MAMUJU — Tim gabungan yang terdiri dari pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan relawan setempat dikerahkan untuk menjinakkan api yang melalap kawasan hutan di Mamuju. Operasi pemadaman berlangsung sejak pagi hingga sore hari, melibatkan puluhan personel dan peralatan berat untuk memotong jalur isolasi api.
Kebakaran dilaporkan mulai terlihat pada pagi hari dan dengan cepat meluas akibat angin kencang dan kondisi lahan yang kering. Petugas sempat kesulitan menjangkau titik api yang berada di medan terjal dan perbukitan. Warga di permukiman terdekat sempat panik dan bersiap mengungsi saat asap tebal mulai menyelimuti pemukiman.
Data sementara dari petugas di lapangan mencatat puluhan hektare lahan semak dan hutan produksi menjadi hangus. Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ekologis diperkirakan cukup besar.
Kombinasi antara angin kencang, vegetasi kering akibat musim kemarau, serta medan berbukit menjadi faktor utama yang mempersulit proses pemadaman. Tim gabungan harus bekerja secara manual dengan alat pemadam portabel dan pompa air dari sumber terdekat, karena akses kendaraan roda empat tidak memungkinkan masuk ke titik api utama.
Petugas juga membuat sekat bakar atau fire break untuk mencegah api merambat ke area permukiman dan perkebunan warga. Setelah delapan jam berjibaku, api akhirnya dapat dikendalikan dan dipastikan padam pada sore hari.
Pihak kepolisian setempat mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau. Kebakaran hutan dan lahan di Mamuju kerap terjadi setiap tahun, sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia yang tidak terkontrol.
Tim gabungan masih melakukan pendinginan di beberapa titik yang rawan muncul kembali bara api. Patroli akan diperketat dalam beberapa hari ke depan untuk mengantisipasi kebakaran susulan.