MAMUJU — Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan bahwa Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) menjadi instrumen kunci dalam mempercepat penyelesaian konflik pertanahan di daerah. Hal ini disampaikannya saat mengunjungi Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) di Kota Mamuju, Minggu (24/5/2026).
Menurut Wamen Ossy, forum GTRA mempertemukan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga instansi terkait, untuk duduk bersama mencari solusi. Ia menilai, tanpa kesepakatan lintas sektor, penyelesaian konflik pertanahan tidak akan berjalan optimal.
“Jadi saya pikir GTRA itu sangat baik untuk para Kepala Kantor Pertanahan gunakan saat ada permasalahan pertanahan di masyarakat. Ajak bupati atau kepala daerahnya (dalam forum GTRA) karena memang mereka Ketua GTRA di daerah tersebut, yang bertanggungjawab atas daerah tersebut,” ujar Wamen Ossy dalam pertemuan bersama jajaran Kanwil BPN Sulbar.
Ia menambahkan, jika antara BPN, kejaksaan, kepolisian, dan pemerintah daerah masih memiliki perbedaan pendapat, maka proses penyelesaian konflik akan lemah secara hukum dan sosial. GTRA menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan memperkuat solusi yang diambil.
Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Wamen Ossy yang didampingi Kepala Kanwil BPN Provinsi Sulbar, Fredy Marfin, juga menyerahkan delapan sertifikat tanah secara simbolis. Sertifikat tersebut diperuntukkan bagi tanah wakaf dan aset milik pemerintah daerah di Sulawesi Barat.
Penyerahan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pensertifikatan tanah di wilayah tersebut. Wamen Ossy berharap, dengan adanya kepastian hukum atas tanah, potensi konflik di masa depan dapat diminimalisir.
Setelah memberikan pengarahan kepada jajaran pegawai, Wamen Ossy menyempatkan diri berkeliling ruangan Kanwil BPN Sulbar. Ia bertegur sapa langsung dengan para pegawai, pejabat administrator, dan kepala kantor pertanahan se-Provinsi Sulawesi Barat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara pimpinan pusat dengan jajaran di daerah. Wamen Ossy menekankan pentingnya sinergi dan pelayanan prima kepada masyarakat dalam setiap proses pertanahan.