SULAWESI BARAT — Minggu (24/5/2026), Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat langsung kepada para peserta PFLP di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam sambutannya, Kepala Negara menekankan pentingnya sumber daya manusia yang memiliki kombinasi best heart and best mind untuk memimpin perusahaan negara.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan manajerial biasa. "Program yang dirancang khusus oleh Bapak Presiden ini dipersiapkan untuk membentuk calon pemimpin perusahaan-perusahaan BUMN di masa mendatang," jelas Teddy dalam keterangan resmi, Senin (25/5/2026).
Kurikulum PFLP dibagi dalam tiga tahapan ketat. Tiga bulan pertama difokuskan pada pembentukan karakter dan disiplin, mirip dengan pembinaan mental kepemimpinan. Selanjutnya, peserta akan menjalani penguatan kapasitas manajerial dan pengambilan keputusan selama empat bulan di Danantara Corporate University.
Tahap pamungkas adalah magang selama dua bulan di kementerian, lembaga negara, atau langsung di lingkungan BUMN seperti PT Telkom Indonesia, Bank Mandiri, dan holding pertambangan MIND ID. "Penguatan kapasitas manajerial dan pengambilan keputusan di Danantara Corporate University selama empat bulan, serta magang selama dua bulan di kementerian, lembaga, maupun lingkungan BUMN," tutur Teddy merinci.
Pemerintah menilai kualitas kepemimpinan menjadi kunci utama dalam mendorong efisiensi dan daya saing BUMN di kancah global. Dengan hadirnya 400 pemimpin potensial ini, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan regenerasi di jajaran direksi perusahaan pelat merah.
"Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menyiapkan generasi pemimpin BUMN yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan masa depan Indonesia," tegas Seskab Teddy.
Para peserta angkatan perdana ini akan menjadi pionir. Jika berhasil, program ini akan menjadi model kaderisasi utama bagi perusahaan-perusahaan negara, menggantikan pola rekrutmen yang selama ini kerap dinilai kurang transparan. Bagi publik, ini adalah sinyal bahwa pemerintah serius merombak wajah BUMN dari dalam — dengan mempersenjatai calon direktur masa depan dengan disiplin, kapasitas manajerial, dan pengalaman langsung di lapangan.