SULAWESI BARAT — Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Piala Dunia digelar di tiga negara sekaligus. Artinya, seorang suporter yang ingin menyaksikan laga penyisihan di Los Angeles lalu terbang ke Vancouver untuk babak 16 besar, otomatis harus berganti jaringan dan menghadapi tarif roaming lintas batas yang bisa membengkak. Tiga operator utama Negeri Paman Sam pun bergerak cepat.
AT&T meluncurkan paket eSIM jangka pendek yang bisa dibeli sesuai kebutuhan: berlaku 1, 7, 15, atau 30 hari. Paket harian seharga 4 dolar AS (sekitar Rp64 ribu) hanya mencakup wilayah AS. Untuk cakupan Kanada dan Meksiko, pengguna harus memilih paket 7 hari seharga 20 dolar AS (Rp320 ribu), 15 hari seharga 35 dolar AS (Rp560 ribu), atau 30 hari seharga 50 dolar AS (Rp800 ribu). Semua paket ini sudah termasuk pajak dan biaya tambahan.
Sayangnya, paket ini hanya data — tanpa panggilan suara atau SMS. Komunikasi hanya bisa lewat aplikasi berbasis IP seperti WhatsApp. Bagi pelanggan tetap AT&T, tersedia International Day Pass seharga 12 dolar AS (Rp192 ribu) per hari yang memungkinkan penggunaan paket domestik seperti biasa di 210 negara, termasuk Kanada dan Meksiko.
T-Mobile menawarkan US Pass eSIM dengan kuota 50GB data 5G di dalam AS, ditambah 5GB data berkecepatan tinggi di Kanada dan Meksiko. Setelah kuota habis, koneksi otomatis turun ke 3G. Keunggulan paket ini dibanding AT&T: panggilan dan SMS tanpa batas ke seluruh Amerika Utara sudah termasuk. Harganya bervariasi tergantung masa berlaku, belum termasuk pajak.
Pelanggan tetap T-Mobile juga bisa memanfaatkan jatah roaming yang sudah melekat pada paket mereka. Pelanggan paket Go5G Next misalnya, mendapat 30GB data berkecepatan tinggi di Kanada dan Meksiko, lalu diturunkan ke 256kbps. Sementara pengguna paket Magenta atau One hanya mendapat 5GB sebelum dikunci di kecepatan 128kbps. Bagi yang berada di luar paket tersebut, tarif data dikenakan 1 sen dolar per megabyte.
Verizon ditunjuk sebagai Sponsor Layanan Telekomunikasi Resmi Piala Dunia 2026. Sebagai bagian dari kemitraan, operator ini bahkan memberikan tiket pertandingan gratis kepada pelanggannya. Meski detail paket roaming spesifik untuk turnamen belum dirilis secara lengkap, statusnya sebagai sponsor resmi menjamin prioritas infrastruktur jaringan di ketiga negara tuan rumah.
Bagi penggemar asal Indonesia yang berencana terbang ke Amerika Utara untuk Piala Dunia, ketiga opsi ini bisa menjadi alternatif dari kartu lokal atau Wi-Fi publik yang tidak selalu stabil. eSIM dari AT&T dan T-Mobile bisa dibeli sebelum keberangkatan dan diaktifkan begitu tiba. Namun, karena paket AT&T tidak menyertakan panggilan suara, pengguna yang perlu menghubungi hotel atau layanan darurat harus menyiapkan aplikasi VoIP atau kartu telepon terpisah.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung selama 38 hari, dimulai pertengahan Juni. Dengan tiga negara dan puluhan stadion yang tersebar, memiliki koneksi data yang stabil bukan lagi kemewahan — melainkan kebutuhan navigasi dan komunikasi dasar.