SULAWESI BARAT — Masa depan Nissan Skyline sempat berada di ujung tanduk ketika rumor penghentian produksi sedan ini merebak luas di Jepang. Namun, komitmen prinsipal untuk mempertahankan nama besar tersebut memicu proyek pengembangan rahasia yang kini mulai terungkap ke publik.
Spekulasi suntik mati berakhir setelah Executive Vice President Nissan, Asako Hoshino, menegaskan bahwa perusahaan tidak akan pernah menyerah pada Skyline. Pernyataan tegas ini menjadi titik balik dimulainya proyek pengembangan generasi penerus dengan kode bodi baru.
Insinyur di Atsugi, Jepang, langsung mengalihkan fokus pengembangan dari mesin pembakaran internal konvensional ke arsitektur elektrik murni. Langkah ini diambil untuk memastikan Skyline tetap relevan dengan regulasi emisi global yang semakin ketat.
Proses transisi ini memakan waktu lebih dari tiga tahun karena pabrikan harus merancang ulang distribusi bobot kendaraan agar karakter berkendara khas Skyline tidak hilang.
Laporan dari media otomotif Jepang, Best Car, mengindikasikan bahwa Skyline baru tidak lagi menggunakan sasis penggerak roda belakang (RWD) klasik. Pabrikan memilih memanfaatkan platform modular CMF-EV yang juga menjadi basis Nissan Ariya.
Penggunaan platform ini memungkinkan penerapan sistem penggerak semua roda e-4ORCE dengan dua motor listrik berperforma tinggi. Konfigurasi ini diproyeksikan mampu menghasilkan tenaga minimal 400 HP, menjaga traksi tetap optimal di berbagai kondisi jalan.
Perubahan platform juga berimbas pada desain bodi kendaraan. Skyline generasi terbaru diprediksi mengadopsi gaya fastback crossover jangkung, meninggalkan bentuk sedan murni demi mengakomodasi paket baterai di lantai mobil.
Arah desain eksterior Skyline terbaru diyakini kuat mengadopsi bahasa desain dari mobil konsep Infiniti Vision Qe yang sempat dipamerkan beberapa waktu lalu. Garis atap melandai bergaya coupe dipadukan dengan lampu LED tipis di bagian depan dan belakang.
Pendekatan estetika ini bertujuan memberikan efisiensi aerodinamis maksimal demi memperpanjang jarak tempuh baterai. Koefisien hambatan udara yang rendah menjadi fokus utama desainer Nissan untuk menyaingi kompetitor di kelas premium EV.
Nissan diperkirakan memperkenalkan versi konsep atau purwarupa mendekati versi produksi pada akhir tahun ini. Sementara itu, peluncuran resmi untuk pasar domestik Jepang dan global diproyeksikan berlangsung paling lambat pada pertengahan 2026.
Model ini juga akan dipasarkan di Amerika Serikat di bawah bendera Infiniti, kemungkinan besar sebagai penerus spiritual dari seri Q50. Langkah pemasaran lintas benua ini krusial untuk menutup biaya riset platform EV berperforma tinggi yang sangat besar.