Hipertensi Ancam 1,4 Miliar Orang di Dunia, Pemprov Sulbar Dorong Warga Rutin Cek Tekanan Darah

Penulis: Vino Bastian  •  Senin, 18 Mei 2026 | 10:33:29 WIB
DKPPKB Sulbar mengajak masyarakat rutin cek tekanan darah untuk cegah hipertensi.

MAMUJU — Hipertensi yang kerap disebut silent killer ini menjadi perhatian serius DKPPKB Sulbar. Melalui peringatan yang jatuh setiap 17 Mei, tahun ini WHO mengusung tema "Controlling Hypertension Together: Check Your Blood Pressure Regularly, Defeat the Silent Killer". DKPPKB menegaskan bahwa pengendalian hipertensi membutuhkan peran bersama, mulai dari individu, keluarga, tenaga kesehatan, hingga pemerintah daerah.

Mengapa Hipertensi Berbahaya?

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat memicu komplikasi serius. Serangan jantung, stroke, gagal ginjal, hingga kematian dini mengintai penderita yang tidak menyadari kondisinya. Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengingatkan bahwa hipertensi sering muncul tanpa gejala.

"Hipertensi sering muncul tanpa gejala sehingga masyarakat perlu rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah. Pencegahan sejak dini melalui pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan jantung dan mencegah komplikasi," ujar Nursyamsi.

Langkah Cegah yang Bisa Dilakukan Warga

DKPPKB Sulbar mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan. Beberapa langkah yang disarankan meliputi mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta menghindari rokok dan alkohol. Bagi penderita hipertensi, kepatuhan terhadap pengobatan juga menjadi kunci.

Upaya ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi menjadi bagian penting dari pembangunan kesehatan daerah.

Faskes Didorong Perkuat Skrining

DKPPKB Sulbar juga mendorong fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah untuk memperkuat skrining dan edukasi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini hipertensi di tengah masyarakat. Pemeriksaan rutin di posyandu, puskesmas, atau rumah sakit menjadi cara paling efektif untuk mengetahui kondisi tekanan darah sejak awal.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: sorotanpena.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top