Seleksi Peserta Sandeq Silumba 2026 Dinilai Bisa Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Sulbar, Jumlah Perahu Capai 90 Unit

Penulis: Yanto Prasetya  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 22:28:01 WIB
Seleksi peserta Sandeq Silumba 2026 diharapkan meningkatkan kualitas lomba dengan jumlah perahu mencapai 90 unit.

MAJENE — Ketua Aliansi Wartawan Siber (AWS) Sulawesi Barat, Idham, mendorong panitia Sandeq Silumba 2026 untuk memberlakukan seleksi bagi para peserta. Menurutnya, dengan jumlah perahu sandeq yang kini mencapai sekitar 90 unit, sistem seleksi menjadi krusial untuk menghadirkan lomba yang lebih kompetitif dan berkualitas.

“Saya kira untuk menghasilkan perahu sandeq yang berkualitas, seleksi salah satu caranya,” ujar Idham saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (16/5/2026).

Usulan Format Lomba Segitiga di Perairan Majene

Idham mengusulkan agar proses seleksi digelar di perairan Majene dengan sistem lomba segitiga. Alasannya, sebagian besar perahu sandeq saat ini berasal dari Majene dan Polewali Mandar, khususnya dari Campalagian, Pambussuang, dan Karama.

Ia mencontohkan, jika panitia hanya akan meloloskan 60 perahu dari total 90 unit yang ada, maka seleksi bisa dibagi dalam enam grup. “Masing-masing grup diambil 10 terbaik untuk lolos,” jelasnya.

Sistem pembagian grup itu, kata Idham, bisa mengadopsi konsep Piala Dunia sepak bola. Perahu-perahu unggulan yang pernah menjuarai etape-etape sebelumnya dimasukkan terlebih dahulu ke tiap grup, sementara peserta lainnya diundi untuk melengkapi.

Sponsor Diminta Lebih Perhatikan Awak Perahu

Selain soal seleksi, Idham yang juga mantan Ketua JMSI Sulbar itu menyoroti minimnya perhatian sponsor terhadap para sawi atau awak perahu sandeq selama perlombaan. Ia menilai masih ada sponsor yang kurang terjun langsung ke lapangan saat para peserta tiba di garis akhir setiap etape.

“Sandeq Silumba 2025 lalu ada sponsor yang menyambut peserta dengan makanan dan minuman, tapi ada juga yang sama sekali tidak memberikan perhatian. Minimal ikut terjun ke lapangan dan siapkan makanan serta minuman untuk para sawi,” harapnya.

Tradisi Budaya Maritim yang Mendunia

Sandeq Silumba sendiri merupakan salah satu tradisi budaya maritim terbesar di Sulawesi Barat. Ajang ini rutin menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan, sekaligus menjadi upaya menjaga warisan budaya Mandar agar tetap lestari di tengah modernisasi.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: karabao.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top