Honda China Pangkas Kapasitas Produksi 480 Ribu Unit dan Suntik Mati Sejumlah Model Populer

Penulis: Yanto Prasetya  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:28:01 WIB
Honda mengumumkan pengurangan kapasitas produksi mobil mesin konvensional di China dari 1,2 juta menjadi 720 ribu unit per tahun.

SULAWESI BARAT — Kapasitas produksi mobil bermesin konvensional Honda di China mengalami penyusutan drastis dari 1,2 juta unit per tahun menjadi hanya 720 ribu unit. Keputusan berat ini diambil sebagai respons atas tekanan hebat yang dialami pabrikan asal Jepang tersebut di pasar otomotif terbesar dunia. Restrukturisasi ini tidak hanya menyasar volume produksi, tetapi juga keberlangsungan fasilitas manufaktur yang sudah berdiri lama.

Penutupan Pabrik GAC Honda dan Dongfeng Honda Secara Bertahap

Laporan Sina Finance menyebutkan bahwa pabrik GAC Honda di Huangpu, Guangzhou, dijadwalkan berhenti beroperasi sepenuhnya pada Juni 2026. Langkah efisiensi ini berlanjut pada tahun berikutnya dengan rencana penutupan pabrik Dongfeng Honda di Wuhan pada 2027. Pengurangan fasilitas ini menjadi indikasi kuat bahwa Honda tengah melakukan perampingan organisasi secara masif.

Kondisi ini dipicu oleh performa pasar yang terus menurun sepanjang awal tahun 2026. Secara kumulatif, penjualan Honda pada periode Januari hingga April 2026 tercatat sebanyak 145.065 unit. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 28 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan Penjualan April 2026 Mencapai Titik Terendah

Memasuki April 2026, tekanan terhadap Honda semakin memuncak dengan angka penjualan yang hanya menyentuh 22.595 unit di seluruh China. Penurunan tajam sebesar 48,3 persen secara year-on-year ini memaksa perusahaan untuk mengevaluasi ulang seluruh lini produk yang dipasarkan. Beberapa model yang sebelumnya menjadi tulang punggung penjualan kini mulai memasuki fase akhir masa baktinya.

Situasi di level retail menunjukkan aktivitas cuci gudang yang agresif di berbagai jaringan dealer resmi. Banyak unit yang kini ditawarkan dengan potongan harga fantastis guna mengosongkan inventaris sebelum model tersebut benar-benar hilang dari katalog. Fenomena ini terlihat jelas pada beberapa segmen, mulai dari hatchback kompak hingga SUV listrik.

Nasib Honda ZR-V dan Honda Fit di Ujung Tanduk

Honda ZR-V yang pertama kali menyapa konsumen China pada 2022 menjadi salah satu model yang paling terdampak. SUV ini dilaporkan mulai hilang dari kanal promosi resmi dan dijual dengan diskon besar-besaran. Harga Honda ZR-V merosot tajam dari angka awal sekitar 210.000 yuan menjadi hanya 84.800 yuan agar stok segera habis.

Nasib serupa menimpa Honda Fit yang selama ini dikenal sebagai hatchback populer. Dealer-dealer Honda di China dilaporkan sudah berhenti menerima pesanan baru untuk unit Honda Fit sejak awal 2026. Kebijakan ini juga berlaku bagi model kembarannya, Honda LIFE, yang kini hanya tinggal menghabiskan sisa stok di gudang.

Lini kendaraan elektrifikasi pun tidak luput dari proses pembersihan stok ini. Accord e:PHEV mulai memasuki fase clearance sale dengan diskon besar, sementara produksi sedan hybrid ini terus dikurangi secara bertahap. SUV listrik e:NS1 juga masuk dalam daftar model yang akan terkena dampak penyesuaian produksi tersebut.

Gempuran Merek Lokal China Paksa Honda Ubah Strategi

Tekanan yang dialami Honda tidak lepas dari agresivitas merek lokal China dalam menguasai pasar mobil listrik dan hybrid. Nama-nama besar seperti BYD, Geely, Chery, hingga pemain baru seperti Xiaomi terus menggempur pasar dengan teknologi terbaru dan harga kompetitif. Dominasi merek lokal ini secara langsung menggerus pangsa pasar merek global yang masih mengandalkan mesin konvensional.

Honda kini berada dalam posisi harus beradaptasi cepat dengan ekosistem otomotif China yang berubah sangat dinamis. Pengurangan kapasitas produksi hingga 480 ribu unit per tahun menjadi langkah nyata untuk bertahan di tengah persaingan yang kian tidak seimbang. Fokus perusahaan kini beralih pada upaya menjaga efisiensi operasional sembari memetakan ulang strategi jangka panjang mereka di Negeri Tirai Bambu.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top