MAJENE — Wisuda perdana UT Majene Periode I Tahun 2026 berlangsung di Ballroom Grand Maleo Hotel, Mamuju, Selasa (12/5/2026). Sebanyak 352 lulusan dari program diploma, sarjana, dan pascasarjana mengikuti prosesi tersebut dengan tema “Mewujudkan Lulusan Universitas Terbuka Majene yang Revolusioner, Berintegritas, dan Adaptif di Era Transformasi Global.”
Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka yang akrab disapa SDK menyoroti dimensi integritas yang kerap disalahartikan. Menurutnya, integritas bukan hanya soal tidak korupsi atau berkata jujur, melainkan konsistensi antara ucapan, tindakan, dan tanggung jawab.
“Integritas diuji justru saat kita memiliki kesempatan untuk menyimpang, bukan saat diawasi,” ujar Suhardi di hadapan para wisudawan.
Ia mencontohkan, wujud integritas antara lain menolak jalan pintas yang melanggar aturan, tetap jujur meski tidak menguntungkan, serta berani mengambil keputusan yang benar meski tidak populer. “Gunakanlah pendidikan dan kecerdasan untuk kebaikan. Jangan sampai ilmu justru menjauhkan kita dari nilai-nilai luhur,” pesannya.
Selain integritas, SDK juga menekankan pentingnya sikap adaptif di tengah perubahan global. Ia menyebut bahwa kemampuan membaca arah, belajar cepat, dan bertindak tepat menjadi syarat bertahan di era disrupsi.
“Adaptif bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Adaptif berarti mampu membaca arah, belajar dengan cepat, dan bertindak dengan tepat,” tuturnya.
Gubernur mendorong para lulusan untuk melakukan reskilling dan upskilling secara berkelanjutan, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Menurutnya, gelar sarjana bukanlah akhir, melainkan awal dari proses pembelajaran sepanjang hayat.
Wisuda periode I tahun 2026 ini menjadi momen penting bagi UT Majene yang terus berupaya melahirkan lulusan berkualitas di wilayah Sulbar. Dari total 352 wisudawan, sebagian besar merupakan lulusan program sarjana yang telah menyelesaikan studi melalui sistem pembelajaran jarak jauh.
Suhardi berharap para wisudawan tidak berhenti pada gelar semata. “Saya berharap para wisudawan tidak berhenti pada gelar sarjana saja. Jadilah pribadi yang dapat dipercaya. Di tengah kompetisi, yang bertahan bukan yang paling kuat tetapi yang memegang teguh kepercayaan,” pungkasnya.