MAMUJU — Audisi penjaringan talenta suara Gita Bahana Nusantara (GBN) tingkat Kabupaten Mamuju resmi digelar. Kepala Disparbud Mamuju, Ariady Ihsan, membuka langsung agenda tahunan yang berlangsung sehari tersebut.
Kabid Seni dan Budaya Marwan Haruna menyebut, target utama seleksi bukanlah memenuhi empat karakter suara dasar—Sopran, Alto, Tenor, dan Bass—secara paksa. Kualitas vokal peserta menjadi prioritas mutlak.
“Kalau memang yang diaudisi ini cuma menghasilkan satu Tenor atau satu Bass, ya mungkin cuma itu yang kami kirim ke provinsi,” ujar Marwan kepada wartawan.
Dari total peserta yang hadir, panitia mencatat dominasi pelajar sekolah menengah atas, mulai dari SMA hingga SMK. Sementara itu, jumlah peserta dari kalangan mahasiswa mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Marwan mengakui, pembatasan jumlah undangan peserta terpaksa dilakukan sebagai respons terhadap efisiensi anggaran daerah. “Kami tahun ini agak mengurangi jumlah peserta yang kami undang karena mengingat efisiensi anggaran yang terjadi,” katanya.
Kabupaten Mamuju memiliki catatan impresif di ajang GBN. Selama tiga tahun terakhir, sejak 2023 hingga 2025, perwakilan dari daerah ini konsisten lolos ke seleksi nasional.
Target serupa dipasang tahun ini. Para peserta yang lolos di tingkat kabupaten akan dipersiapkan untuk bertarung di level Provinsi Sulawesi Barat. Dari sana, talenta terbaik akan mewakili provinsi ke ajang nasional.
“Yang dari tingkat provinsi itulah yang nantinya akan mewakili Sulawesi Barat untuk ikut di ajang nasional,” tambah Marwan.
Audisi yang digelar sehari ini merupakan langkah awal dari sistem seleksi berjenjang. Panitia secara spesifik membidik karakter suara yang lengkap untuk kebutuhan formasi paduan suara standar, namun tetap mengedepankan kualitas vokal di atas segalanya.
Dengan pendekatan ini, Disparbud Mamuju berharap tradisi menghadirkan putra-putri daerah di panggung nasional dapat terus berlanjut.