MAMUJU — Junda Maulana menegaskan bahwa ASN tidak boleh hanya fokus pada kehadiran dan kedisiplinan semata. Menurutnya, substansi pekerjaan dan penyelesaian masalah daerah justru lebih penting untuk dikejar.
"Jangan sampai kita hanya berusaha disiplin, disiplin, disiplin. Tapi substansi untuk menyelesaikan masalah lain yang kita lupa. Habis energi di situ. Kita mau kedepankan substansialnya," ujar Junda di hadapan peserta apel.
Dalam arahannya, Sekda membeberkan sejumlah pekerjaan rumah yang masih membayangi Sulbar. Angka kemiskinan saat ini berada di level 10,18 persen, di atas rata-rata nasional. Pemprov menargetkan penurunan satu persen per tahun, sehingga pada 2030 bisa mencapai kisaran 5-6 persen.
Pertumbuhan ekonomi juga masih perlu dikebut. Realisasi saat ini baru 5,36 persen, sementara target yang dicanangkan mencapai 8 persen. Indeks pembangunan manusia (IPM) pun baru menyentuh angka 71 poin, dengan target 75 poin.
"Stunting dan anak tidak sekolah masih punya tantangan. Semua itu merupakan tantangan," kata Junda.
Junda menekankan, tanpa akselerasi kerja, target pembangunan daerah sulit tercapai. Ia mendorong seluruh ASN untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap masa depan Sulbar.
"Kalau kita hanya berurusan dengan kedisiplinan, kehadiran dan lain-lain sebagainya, kita lupa dengan substansinya, akhirnya kita nggak bisa mengejar. Kita butuh akselerasi," ujarnya.
Ia mengajak jajaran Pemprov untuk berubah dan bertanggung jawab terhadap persoalan yang dihadapi daerah. "Bukan untuk kita, untuk daerah dan anak-anak kita atau generasi kita ke depan," tutup Junda.