Kodim 1428/Mamasa Rampungkan Jembatan Gantung 35 Meter, Mudahkan Distribusi Kopi di Desa Tadisi

Penulis: Vino Bastian  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 23:00:41 WIB
Jembatan Gantung Garuda sepanjang 35 meter resmi dibangun untuk memudahkan akses warga Desa Tadisi.

MAMASA — Masyarakat Dusun Betteng, Desa Tadisi, Kecamatan Sumarorong, kini memiliki akses penyeberangan yang aman setelah Jembatan Gantung Garuda resmi berdiri kokoh. Peresmian jembatan pada Minggu (10/5/2026) ini mengakhiri penantian panjang warga yang selama bertahun-tahun harus melintasi sungai menggunakan rakit bambu dan tali seadanya.

Pembangunan infrastruktur ini merupakan inisiatif Kodim 1428/Mamasa untuk menjawab keluhan warga di wilayah pelosok. Sebelum jembatan ini ada, arus deras sungai seringkali memutus akses desa, terutama saat musim hujan, sehingga anak-anak sekolah dan petani kerap terisolasi.

Solusi Akses Kesehatan dan Pendidikan bagi Warga Pelosok

Kehadiran jembatan dengan lebar 1,2 meter ini memberikan rasa aman bagi anak-anak yang setiap hari harus berangkat sekolah. Selain itu, warga yang membutuhkan layanan kesehatan darurat kini tidak perlu lagi berjibaku melawan arus sungai untuk mencapai puskesmas terdekat.

Komandan Kodim 1428/Mamasa, Letkol Arh Edwin Hermawan, S.H., M.A.P., menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto. TNI diminta hadir langsung untuk menyelesaikan persoalan riil yang dihadapi masyarakat di daerah terpencil.

“Bapak Presiden Prabowo menekankan agar TNI hadir menyelesaikan persoalan riil rakyat. Kami langsung turun tangan, berkolaborasi dengan masyarakat, dan membangun jembatan ini dengan gotong royong,” tegas Letkol Arh Edwin Hermawan.

Gotong Royong TNI dan Masyarakat di Medan Terjal

Proses pembangunan Jembatan Gantung Garuda menghadapi tantangan berat karena kondisi geografis pegunungan Mamasa yang curam. Material jembatan harus diangkut secara manual melewati jalur yang sulit, namun semangat gotong royong warga setempat mempercepat penyelesaian proyek tersebut.

Kepala Desa Tadisi, Paulus, mengungkapkan rasa harunya karena desa mereka kini tidak lagi merasa terabaikan. Akses menuju pasar untuk menjual hasil perkebunan kopi dan cengkih kini menjadi lebih cepat dan efisien, yang diharapkan mampu mendongkrak ekonomi lokal.

“Kami sering merasa terisolasi. Tapi sekarang, negara benar-benar hadir. Jembatan ini seperti uluran tangan Pak Presiden Prabowo untuk kami di kampung terpencil,” ujar Paulus.

Pihak Kodim 1428/Mamasa memastikan akan terus memantau kebutuhan infrastruktur dasar di wilayah pelosok lainnya. Kehadiran jembatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan fisik mulai menyentuh titik-titik terluar di lereng pegunungan Sulawesi Barat.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: delikasia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top