PB Akuatik Indonesia Targetkan Pembentukan Asosiasi Polo Air Tuntas Juni 2026

Penulis: Zulkifli Anwar  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 05:24:18 WIB
PB Akuatik Indonesia memulai pembentukan Asosiasi Polo Air yang ditargetkan rampung Juni 2026.

PB Akuatik Indonesia resmi memulai langkah pembentukan Asosiasi Polo Air Indonesia yang ditargetkan rampung pada Juni 2026 mendatang. Keputusan strategis ini diambil guna mendorong kemandirian dan fokus pembinaan atlet polo air agar mampu bersaing di level Asia hingga Olimpiade.

Langkah konkret mulai terlihat dalam upaya memajukan cabang olahraga polo air di tanah air. PB Akuatik Indonesia kini tengah mematangkan rencana pembentukan wadah mandiri bagi olahraga tersebut. Targetnya tidak main-main, seluruh proses organisasi harus selesai paling lambat Juni 2026.

Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, menjadi saksi dimulainya babak baru ini. Pada Jumat (2/5/2026) pagi, para pemangku kepentingan menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan arah masa depan polo air nasional. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari mandat organisasi yang telah disepakati sebelumnya.

Mandat Munas dan Rakernas 2026

Pembentukan asosiasi ini bukan langkah mendadak. Dasar hukum dan organisasinya berpijak pada hasil Musyawarah Nasional (Munas) Akuatik Indonesia serta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026. Seluruh elemen dalam PB Akuatik sepakat bahwa polo air membutuhkan manajemen yang lebih spesifik.

Manajemen yang fokus diyakini menjadi kunci utama. Dengan struktur yang mandiri, pengelolaan pembinaan atlet hingga pencapaian prestasi diharapkan bisa berjalan lebih efektif. Efisiensi birokrasi internal juga menjadi poin krusial yang ingin dicapai melalui pemisahan pengelolaan ini.

Urgensi Kemandirian Lima Disiplin

Wakil Ketua Umum 2 PB Akuatik Indonesia, Sarman Simanjorang, memaparkan alasan di balik urgensi pembentukan asosiasi ini. Saat ini, PB Akuatik memikul beban yang cukup berat karena harus mengayomi lima disiplin olahraga air sekaligus di bawah satu atap.

"Hari ini kami melaksanakan focus group discussion untuk pembentukan Asosiasi Polo Air Indonesia. Ini merupakan rekomendasi Munas Akuatik kita yang terakhir, dan juga Rakernas Akuatik tahun 2026," ujar Sarman Simanjorang di sela-sela kegiatan FGD.

"Nah, urgensi pembentukan Asosiasi Polo Air Indonesia ini, pertama mengingat bahwa Akuatik ini kan membawahi lima cabang olahraga, ada renang, renang indah, loncat indah, polo air, dan juga open water swimming," tambahnya menjelaskan tantangan pembagian fokus pengurus pusat selama ini.

Membidik Level Asia hingga Olimpiade

Visi besar telah dipancang. Asosiasi baru ini diharapkan mampu melahirkan inovasi segar dalam sistem pembinaan atlet di berbagai daerah. Peningkatan kualitas kompetisi domestik juga menjadi target jangka pendek guna menyaring bakat-bakat terbaik secara konsisten.

Sarman Simanjorang menegaskan bahwa target akhirnya adalah membawa bendera Merah Putih berkibar di panggung dunia. Konsistensi pembinaan dari level akar rumput menjadi harga mati untuk menembus persaingan ketat di Benua Kuning maupun ajang multicabang tertinggi di dunia.

"Kami ingin polo air ini lebih fokus. Melalui asosiasi ini, diharapkan akan muncul inovasi-inovasi baru dalam pembinaan yang ujungnya adalah peningkatan prestasi menuju level Asia hingga Olimpiade," tegas Sarman.

Kolaborasi Lintas Sektor

Proses menuju Juni 2026 akan melibatkan banyak pihak secara intensif. PB Akuatik Indonesia memastikan akan menggandeng pengurus daerah, praktisi pelatih, wasit, hingga perwakilan atlet. Sinergi ini diperlukan agar struktur organisasi yang terbentuk benar-benar solid dan relevan dengan kebutuhan lapangan.

Diskusi yang inklusif menjadi modal utama untuk menjawab tantangan polo air di masa depan. Dengan keterlibatan seluruh elemen, asosiasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi badan administratif, tetapi motor penggerak prestasi yang nyata.

Langkah ini menjadi sinyal positif bagi para atlet polo air nasional yang merindukan tata kelola organisasi yang lebih modern dan profesional.

Reporter: Zulkifli Anwar
Back to top