Jakarta — Anjungan Sulawesi Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) membuktikan konsistensi pengelolaan budaya melalui dua penghargaan bergengsi yang diraih pada ajang Pradana Nitya Budaya 2026. Mekanisme penilaian komprehensif mencakup tata kelola, program budaya, kualitas SDM, kondisi fisik bangunan, dan kolaborasi inovasi budaya. Pencapaian ini melanjutkan tren positif setelah prestasi serupa tercatat tahun 2025.
Penghargaan Hospitality Terbaik mengevaluasi aspek keramahan, kualitas pelayanan, dan kemampuan menciptakan pengalaman emosional positif bagi pengunjung. Selain itu, masuk dalam 13 besar dari 34 anjungan nasional menempatkan Sulbar sebagai salah satu pengelola cultural showcase terdepan di ibu kota. Gemilang Sukma, Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat, menyatakan capaian ini merupakan buah kerja keras tim pengelola secara kolektif.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, Pradana Nitya Budaya merupakan bentuk apresiasi kepada anjungan daerah yang menunjukkan keunggulan dalam pengelolaan dan pelestarian budaya. "Penghargaan ini diharapkan mendorong inovasi, pengukuran kinerja, serta efisiensi, sekaligus menjadi apresiasi atas peran pemerintah daerah dalam menjalankan dan menjaga budaya Nusantara," ujar Fadli Zon.
Seremoni penganugerahan dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dan Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto. Format acara melibatkan evaluasi langsung terhadap kondisi fisik, program interaktif, dan feedback pengunjung yang dikumpulkan sepanjang tahun.
Piala bergilir penghargaan umum kembali direbut Provinsi Kalimantan Selatan, disusul Bali di posisi kedua dan Jawa Tengah di peringkat ketiga. Provinsi Sumatera Selatan meraih kategori Tata Pamer Terbaik, sementara Jawa Timur mendapat penghargaan Resiliensi Terbaik. Perolehan Sulbar pada kategori khusus menunjukkan diferensiasi kekuatan dalam dimensi pelayanan pengunjung.
Menurut Gemilang Sukma, penghargaan Hospitality Terbaik mencerminkan karakter masyarakat Sulawesi Barat yang menjunjung tinggi keramahan. "Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi Sulawesi Barat. Masuk dalam 13 besar dari 34 anjungan membuktikan pengelolaan kami berjalan dengan baik," katanya. Capaian tersebut sejalan dengan semangat Pancadaya, arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka.
Sebagai representasi budaya daerah di ibu kota, Anjungan Sulbar terus menjadi medium pengenalan seni, adat, tradisi, dan potensi ekonomi Sulawesi Barat kepada publik luas. Program tahunan mencakup pameran permanen, workshop kerajinan tradisional, pertunjukan seni, dan aktivasi ruang untuk edukasi budaya. Penghargaan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan inovasi program ke depan, sehingga Anjungan Sulbar semakin kokoh sebagai wajah budaya Sulawesi Barat di level nasional.