550 Anak Sulbar Kembali Bersekolah melalui Gerakan Pemerintah Provinsi

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:05:48 WIB
Gubernur Sulawesi Barat dan Kepala Kanwil Kemenag menghadiri peluncuran Gerakan Kembali Bersekolah 2026 di Mamuju.

Mamuju — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Barat menghadiri peluncuran Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) 2026 pada Sabtu (2/5) di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulawesi Barat. Kehadiran langsung Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Adnan Nota, menunjukkan komitmen kementerian dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mengatasi persoalan pendidikan di daerah.

Kolaborasi Lintas Sektor Atasi Krisis Pendidikan

Acara peluncuran dihadiri Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Bupati Mamuju, Sekretaris Daerah, dan seluruh Forkopimda se-Sulawesi Barat. Kolaborasi ini menjadi respons langsung terhadap hasil rapat koordinasi yang mengidentifikasi krisis pendidikan di tingkat desa.

Dari 560 desa yang dipetakan di enam kabupaten, 243 desa memiliki anak usia 16–21 tahun yang tidak bersekolah, dengan total sekitar 1.700 anak. Penyebab putus sekolah beragam: pernikahan dini, keterbatasan biaya, jarak sekolah yang jauh, hingga keputusan untuk bekerja dan mengurus rumah tangga.

Target Awal GKB 2026: 550 Anak Berhasil Didaftarkan

Melalui program Gerakan Kembali Bersekolah 2026, sebanyak 550 anak dari enam kabupaten telah kembali bersekolah. Angka ini menjadi pencapaian awal dari upaya komprehensif mengembalikan akses pendidikan bagi generasi yang sempat tertinggal.

Gubernur Suhardi Duka menekankan urgensi program ini dengan pernyataan: "Sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan, generasi hari ini akan menentukan wajah Sulawesi Barat. Karena itu, anak-anak harus kembali bersekolah dan tidak boleh putus. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya."

Komitmen Kemenag untuk Keberlanjutan Program

Kanwil Kemenag Sulbar menegaskan akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk memastikan pemenuhan hak pendidikan anak secara merata dan berkelanjutan. Keterlibatan Kementerian Agama menjadi penting mengingat persentase anak tidak sekolah di daerah rural yang tinggi.

Program GKB 2026 menandai momentum penting dalam agenda pendidikan Sulawesi Barat, menggabungkan kekuatan pemerintah pusat, daerah, dan unsur vertikal untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif.

Reporter: Redaksi
Back to top