MAMUJU — Partisipasi 80 perahu sandeq dalam Sandeq Silumba 2026 menjadi penanda bahwa tradisi pelayaran suku Mandar tetap hidup di tengah keterbatasan fiskal. Abdi Yansya Hijrah menyampaikan apresiasi kepada para pemenang dan seluruh passandeq yang terlibat sepanjang gelaran.
Menurut Abdi, kemeriahan sambutan warga terhadap para passandeq bukan hanya perayaan atas kemenangan kompetisi. Euforia itu dinilai sebagai wujud nyata kebanggaan terhadap kebudayaan lokal.
Mengapa Sandeq Disebut Warisan Maritim Suku Mandar
Abdi menjelaskan, perahu sandeq merupakan warisan leluhur maritim suku Mandar yang sarat nilai sejarah, ketangguhan, dan kearifan lokal. Pelestariannya secara berkelanjutan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Semangat yang ditunjukkan para pelaut dan warga sepanjang ajang dinilai menjadi bukti bahwa identitas kebudayaan tersebut masih terpatri kuat. "Sandeq sebagai heritage yang harus tetap dijaga dan dilestarikan ke generasi berikutnya," kata Abdi.
80 Sandeq Melampaui Perkiraan di Tengah Keterbatasan Anggaran
Abdi mengungkapkan rasa bangganya terhadap animo peserta tahun ini. Meskipun pelaksanaan kegiatan dihadapkan pada berbagai tantangan penyesuaian anggaran, partisipasi para passandeq justru melampaui perkiraan.
Sebanyak 80 perahu sandeq tercatat ambil bagian dan membentangkan layar menyusuri perairan Selat Makassar. "Tahun ini animo peserta cukup besar hingga tercatat 80 sandeq, meskipun di tengah tantangan keterbatasan fiskal," ujarnya.
Tingginya angka partisipasi tersebut dinilai mencerminkan komitmen para nelayan dan masyarakat bahari dalam menjaga tradisi. Komitmen itu tidak semata-mata bergantung pada kondisi kemegahan acara.
Semangat Pelestarian Tak Padam Meski Tak Semeriah Tahun Lalu
Skala kemeriahan perhelatan tahun ini mungkin tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Namun semangat pelestarian warisan leluhur terbukti tidak padam.
"Ini menandakan bahwa semangat ini tetap terjaga meskipun tak semeriah tahun sebelumnya," kata Abdi Yansya.
Pemprov Sulbar berharap sinergi antara pemerintah daerah, komunitas passandeq, serta masyarakat luas terus dibina melalui Dispoparekraf. Festival Sandeq Silumba di masa mendatang diharapkan tidak hanya menjadi ruang kompetisi pelayaran tradisional.
Ajang itu juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi kreatif dan daya tarik wisata budaya unggulan Sulawesi Barat.