MAMASA — Kepala BPBD Mamasa Alfredi menyatakan bencana hidrometeorologi itu melanda tiga desa di Kecamatan Aralle, yakni Desa Uhailanu, Uhaidao, dan Ralleanak. Dari 18 rumah yang rusak, empat di antaranya rusak berat dan lima rusak ringan di Desa Uhailanu, dua rusak berat dan empat rusak ringan di Desa Uhaidao, serta dua rusak berat dan satu rusak ringan di Desa Ralleanak.
Empat bangunan sekolah yang terdampak adalah MTS Uhaidao, SDS Kurasa, SD 03 Ralleanak, dan MI Uhaidao. Kerusakan rata-rata terjadi pada bagian atap yang terlepas akibat tiupan angin.
72 Siswa MTs Uhaidao Belajar di Tenda Darurat
Kepala MTs Uhaidao Asbadiun menyebut empat ruangan kelas sekolahnya rusak, dengan dua ruangan paling parah. Atap seng sekolah terlepas dan terbang hingga sekitar 100 meter dari bangunan.
"Kami sementara tidak ada tempat lain. Kalau tidak ada ruang kelas yang bisa kami pinjam, bisa jadi ruang terbuka jadi tempat proses pembelajaran (bertenda)," kata Asbadiun kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (26/9).
Akibatnya, 72 siswa terpaksa belajar di tenda sebagai ruang kelas darurat. Menurut Asbadiun, kuatnya tiupan angin membuat plafon roboh terkena air dan dinding rusak terkena reruntuhan.
Warga Rusak Berat Mengungsi ke Rumah Sanak Keluarga
Alfredi mengungkapkan bencana tersebut berdampak terhadap 18 keluarga yang terdiri dari 72 jiwa. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah terpaksa mengungsi ke rumah sanak keluarga.
"Untuk warga yang mengungsi ada beberapa yang rumahnya rusak berat. Termasuk warga yang rumahnya tertimpa pohon tumbang," bebernya.
Kepala Desa Uhaidao Ali menuturkan angin kencang menerjang setelah hujan mengguyur beberapa jam. Wilayahnya sudah dua hari terakhir dilanda hujan deras sebelum angin kencang datang.
Mamuju Dilanda Bencana Serupa Empat Hari Kemudian
Kepala Pelaksana BPBD Mamuju Muh Taslim Sukirno menyatakan tujuh rumah warga di wilayahnya rusak akibat angin kencang. Rumah terdampak berada di Kelurahan Rimuku, Simboro, dan Mamunyu, mencakup 8 kepala keluarga dengan total 17 jiwa.
Menurut Taslim, rumah rusak berada di pesisir pantai dan wilayah dataran tinggi, dengan kategori rusak ringan hingga sedang. Pihaknya kini melakukan pendataan pasti rumah terdampak sebelum menyalurkan bantuan.
"Kalau dari kami, kami melakukan asesmen, kemudian semua rumah sudah kami asesmen, itu kan dimasukkan ke data kami, sesuaikan dengan anggaran, ketika anggaran bisa kami berikan, kami akan cairkan untuk pemberian bantuan," ungkapnya.
BPBD Mamasa dan BPBD Mamuju masih mendata kerusakan menyeluruh. Penyaluran bantuan bagi warga terdampak menyesuaikan ketersediaan anggaran masing-masing daerah.