Pencarian

Google Terapkan Verifikasi Developer Android 30 September, RI Termasuk

Senin, 28 September 2026 • 11:06:01 WIB
Google Terapkan Verifikasi Developer Android 30 September, RI Termasuk
Google mewajibkan verifikasi identitas developer aplikasi Android mulai 30 September 2026.

SULAWESI BARAT — Google mewajibkan seluruh aplikasi Android terhubung dengan identitas developer terverifikasi mulai 30 September 2026. Indonesia masuk gelombang pertama bersama Brasil, Singapura, dan Thailand. Aturan ini menyasar aplikasi di tujuh toko aplikasi, termasuk Google Play, Galaxy Store, dan GetApps Xiaomi.

Kebijakan verifikasi developer Android berlaku untuk aplikasi yang didistribusikan melalui tujuh toko: Google Play, HONOR App Market, OPPO App Market, Galaxy Store Samsung, Palm Store Transsion, V-Appstore Vivo, dan GetApps Xiaomi. Google pertama kali menerbitkan peraturan ini pada 2025 sebelum akhirnya menetapkan jadwal penerapan.

Negara yang Terdampak Lebih Dulu

Google menetapkan empat negara sebagai gelombang awal penerapan verifikasi developer: Brasil, Indonesia, Singapura, dan Thailand. Pengumuman ini disampaikan melalui laman Google for Developers.

"Perlindungan verifikasi developer baru ini akan berlaku pada 30 September 2026, dimulai dari pengguna di Brasil, Indonesia, Singapura, dan Thailand," tulis Google dalam laman tersebut.

Setelah tahap awal rampung, Google berencana memperluas perlindungan ini secara global ke semua aplikasi di perangkat Android bersertifikasi pada 2027. Artinya, developer di seluruh dunia akan menghadapi kewajiban serupa dalam waktu dekat.

Apa yang Berubah bagi Pengguna

Aplikasi yang belum terdaftar tetap bisa dipasang setelah 30 September 2026, tetapi hanya melalui ADB atau mekanisme sideload lanjutan. Pengguna yang mengunduh aplikasi di luar Google Play akan melewati pemeriksaan keamanan tambahan sebelum instalasi diizinkan.

Pengguna tingkat lanjut masih dapat melakukan sideload melalui Android Debug Bridge (ADB) tanpa hambatan berarti. Namun bagi pengguna awam, proses sideloading aplikasi dari developer tak terverifikasi akan lebih berlapis dibanding sebelumnya.

Perubahan ini menyentuh langsung kebiasaan pengguna Android di Indonesia yang cukup akrab dengan sideloading APK, terutama untuk aplikasi yang tidak tersedia di toko resmi atau versi modifikasi.

Dukungan untuk Developer

Google menyediakan serangkaian API untuk membantu developer mendaftarkan aplikasi secara massal atau melalui pipeline integrasi dan deployment berkelanjutan (CI/CD). Developer tidak perlu mendaftarkan setiap paket satu per satu secara manual.

Android Developer ID Status API memungkinkan developer memeriksa apakah nama paket telah terdaftar. Sementara Konsol Developer Android API memungkinkan pendaftaran dan pengelolaan nama paket langsung dalam lingkungan pengembangan.

Untuk siswa dan pengguna yang mengembangkan aplikasi, Google menyediakan akun distribusi terbatas. Akun ini memungkinkan aplikasi dibagikan ke maksimal 20 perangkat tanpa memerlukan identitas yang dikeluarkan pemerintah atau biaya pendaftaran.

Mengapa Google Menerapkan Aturan Ini

Kebijakan verifikasi developer menjadi bagian dari upaya Google memperkuat keamanan ekosistem Android. Selama ini, anonimitas developer dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan aplikasi berbahaya.

Dengan mewajibkan identitas terverifikasi, Google ingin mempersempit ruang gerak developer nakal yang kerap mengganti nama paket atau menerbitkan ulang aplikasi setelah diblokir. Pendekatan ini mirip dengan langkah Apple yang sejak lama mewajibkan verifikasi ketat di App Store.

Bagi pelaku bisnis digital dan investor startup, aturan ini menambah satu lapisan kepatuhan yang perlu diperhitungkan dalam siklus pengembangan produk. Developer aplikasi konsumen di Indonesia memiliki waktu hingga akhir September 2026 untuk menyelesaikan proses verifikasi sebelum kebijakan berlaku penuh.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks