MAMUJU TENGAH — Peringatan HUT Lalu Lintas ke-71 di Mapolres Mamuju Tengah menjadi momentum menegaskan bahwa keselamatan berkendara tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada polisi. Bripka Sarbini menilai kehadiran petugas di lapangan saja tidak cukup tanpa kesadaran warga sebagai pengguna jalan.
Menurut Sarbini, terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas bergantung pada dua sisi sekaligus: pengawasan petugas dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan. Keduanya harus berjalan bersamaan.
Mengapa Keselamatan Jalan Butuh Kesadaran Warga, Bukan Hanya Razia
Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Wicaksana Laghawa itu, Sarbini menyoroti kebiasaan sebagian pengguna jalan yang baru tertib ketika melihat petugas. Pola seperti itu, katanya, tidak cukup membangun budaya berlalu lintas yang aman dalam jangka panjang.
"Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Bukan hanya tugas kepolisian, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat sebagai pengguna jalan," ujarnya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sebagai kebiasaan dalam setiap perjalanan. Bukan hanya ketika berada di bawah pengawasan petugas.
Setiap Perjalanan Punya Risiko yang Perlu Diantisipasi
Sarbini menambahkan, setiap perjalanan di jalan raya menyimpan risiko yang perlu diantisipasi. Karena itu, kedisiplinan dan kepedulian antar pengguna jalan menjadi bagian penting dalam membangun budaya berlalu lintas yang lebih tertib di Kabupaten Mamuju Tengah.
"Harapannya, masyarakat semakin sadar untuk mematuhi aturan dan selalu mengutamakan keselamatan setiap kali berkendara," ujarnya.
Peringatan HUT Lalu Lintas ke-71 tahun 2026 di Mapolres Mamuju Tengah tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Sarbini menyebut momen itu sebagai pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kedisiplinan dan kepedulian terhadap keselamatan.
Keselamatan Harus Jadi Prioritas Setiap Kali Berkendara
Bagi Sarbini, yang terpenting adalah bagaimana kesadaran itu tumbuh dari diri masing-masing pengguna jalan. Keselamatan, katanya, harus menjadi prioritas setiap kali menggunakan jalan.
"Yang terpenting adalah bagaimana kesadaran itu tumbuh dari diri masing-masing pengguna jalan. Keselamatan harus menjadi prioritas setiap kali menggunakan jalan," pungkasnya.
Pesan itu relevan bagi warga Mamuju Tengah yang mobilitasnya melintasi jalan antarkecamatan dengan kondisi berbeda-beda. Kepatuhan pada rambu, batas kecepatan, dan kelengkapan berkendara menjadi bagian dari tanggung jawab yang sama.