SULAWESI BARAT — Gunung Ibu kembali menunjukkan aktivitasnya pagi ini. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia mencatat erupsi terjadi pukul 10.39 WIT, Senin (24/8). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, mengarah ke timur laut dan timur.
Erupsi ini merupakan yang ketiga kalinya dalam sepekan terakhir. Sepanjang tahun 2026, gunung yang terletak di Halmahera Barat ini telah mencatatkan 1.351 kali letusan, menurut data MAGMA Indonesia.
Status Waspada dan Zona Terlarang
Tingkat aktivitas Gunung Ibu berada di Level II (Waspada). PVMBG menghimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara juga masuk area terlarang.
Pengamatan kegempaan pada 24 Agustus 2026 pukul 00.00-23.59 WIT mencatat 91 kali gempa letusan dengan amplitudo 15-28 milimeter dan durasi 34-72 detik. Selain itu, terjadi 1 kali gempa guguran dan 3 kali gempa hembusan dengan amplitudo lebih rendah.
Rekor Erupsi Gunung Api di Indonesia 2026
Data MAGMA Indonesia mencatat total 4.212 letusan gunung api di seluruh Indonesia selama tahun 2026. Gunung Semeru di Jawa Timur menjadi yang paling aktif dengan 1.691 kali letusan, disusul Gunung Ibu di posisi kedua.
Bagi traveler yang tengah merencanakan perjalanan ke Maluku Utara atau Jawa Timur, disarankan memantau informasi resmi dari PVMBG dan MAGMA Indonesia. Kondisi gunung api dapat berubah sewaktu-waktu, dan jalur pendakian atau kawasan wisata di sekitar gunung bisa ditutup mendadak demi keselamatan.
Tips Aman bagi Wisatawan
Sebelum berangkat ke kawasan sekitar gunung berapi, pastikan mengecek status terbaru melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau akun media sosial resmi PVMBG. Hindari mendekati area yang masuk radius bahaya, meskipun cuaca terlihat cerah.
Jika abu vulkanik turun di area permukiman atau jalur wisata, gunakan masker dan kacamata pelindung. Abu vulkanik dapat mengganggu pernapasan dan jarak pandang. Untuk informasi terkini seputar kondisi gunung dan rekomendasi perjalanan, konfirmasi langsung ke dinas pariwisata setempat atau Pos Pengamatan Gunung Ibu.