SULAWESI BARAT — Dewi Sukarno menyebut wajah Istana Kepresidenan saat ini jauh berbeda dari memorinya di era 1960-an. "Saya kaget sekali, istananya sudah ganti banyak ya. Ada gedung yang dulu tidak ada," ujarnya.
Bangunan Baru di Titik yang Dulu Lapang
Perubahan paling mencolok bagi Dewi adalah area di antara dua bangunan utama kompleks kepresidenan. Menurutnya, ruang terbuka yang dulu membentang di antara Istana Negara dan Istana Merdeka kini telah ditempati oleh konstruksi baru.
"Dulu antara Istana Negara dan Istana Merdeka ada halaman yang besar, sekarang ada gedung," kata Dewi.
Pesan Singkat di Usia Kemerdekaan ke-81
Saat ditanya harapannya untuk Indonesia di momentum kemerdekaan, perempuan bernama asli Naoko Nemoto itu hanya menyampaikan doa singkat. "Selalu maju sekali," katanya.
Kehadiran Dewi Sukarno dalam upacara 17 Agustus tahun ini menjadi perhatian tersendiri. Ia merupakan salah satu saksi sejarah yang masih hidup dari masa awal pemerintahan Sukarno, ketika kompleks Istana Merdeka pertama kali difungsikan sebagai pusat kekuasaan eksekutif.
Sejumlah perubahan fisik kompleks kepresidenan memang telah terjadi dalam beberapa dekade terakhir, seiring kebutuhan ruang kerja pemerintahan yang terus berkembang. Namun, bagi publik yang mengenal sejarah, transformasi tersebut kerap memicu nostalgia akan wajah Istana di masa lampau.