MAMUJU — Ratusan siswa kelas X SMAN 1 Bulutaba, Kabupaten Pasangkayu, akhirnya mendapat kepastian fasilitas belajar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Barat telah menerbitkan surat pemberitahuan penganggaran pengadaan mobiler sekolah senilai Rp115.666.000 untuk dua ruang kelas.
Kepastian itu tertuang dalam surat bernomor DPA 1.01.02.1.01.0036 pada kegiatan Pengadaan Mebel Sekolah Tahun Anggaran 2026. Jenis barang yang diadakan meliputi kursi siswa, meja siswa, dan lemari penyimpanan.
Kebutuhan Lima Kelas, Baru Terdanai Dua Ruang
Pengadaan ini baru menutup kekurangan untuk dua kelas. Padahal berdasarkan berita acara diskusi Disdikbud Sulbar dengan pihak sekolah pada 11 Agustus 2026, jumlah kelas yang kekurangan fasilitas mencapai lima rombongan belajar.
Kondisi ini bertambah parah setiap tahun. Pada 2024 baru dua kelas yang terdampak, naik menjadi tiga kelas di 2025, dan membengkak menjadi lima kelas pada 2026. Sementara kebutuhan ruang kelas lainnya akan dipenuhi secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Rayap Jadi Biang Kerok Meja Kursi Lapuk
Kerusakan meja dan kursi di SMAN 1 Bulutaba bukan terjadi mendadak. Sebagian besar perabot berbahan kayu itu sudah dimakan rayap dan lapuk. Upaya perbaikan ringan sempat dilakukan beberapa kali, namun kondisi kayu yang keropos membuat perabot tidak lagi layak digunakan.
Untuk menyiasati keterbatasan, pihak sekolah sempat memindahkan meja dan kursi yang masih layak dari kelas X ke kelas XI dan XII. Akibatnya, siswa di lima rombongan belajar kelas X harus belajar tanpa meja dan kursi sama sekali.
Data Dapodik Tak Sesuai Kondisi Lapangan
Persoalan lain yang ikut terungkap adalah pembaruan data sarana dan prasarana di Dapodik yang tidak berjalan. Meja dan kursi yang sudah rusak parah masih tercatat sebagai aset yang digunakan sekolah.
Selisih antara data administratif dan kondisi nyata ini disebut ikut memengaruhi proses pengusulan bantuan sarana-prasarana pada tahun sebelumnya. Disdikbud Sulbar berencana membenahi tata kelola data serta memperkuat verifikasi kondisi aset sekolah agar kejadian serupa tidak terulang.
Dukung Program Pancadaya Gubernur
Pengadaan mobiler ini menjadi bagian dari tindak lanjut pemerintah daerah setelah kondisi belajar siswa SMAN 1 Bulutaba ramai diberitakan. Kegiatan ini juga mendukung misi Pancadaya ketiga Gubernur Sulbar Suhardi Duka dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Surat pemberitahuan tersebut ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Nehru Sagena. Pihak sekolah diminta mendukung kelancaran proses pengadaan serta berkoordinasi dengan Disdikbud Sulbar jika diperlukan pemenuhan sarana prasarana tambahan.