MAMUJU — Sekretaris Daerah Sulawesi Barat Junda Maulana menyebut angka 5,31 persen itu semula diprediksi baru muncul pada triwulan keempat 2026. Perhitungan pemerintah daerah waktu itu mempertimbangkan masih adanya belanja pemerintah yang belum terealisasi sepenuhnya ke masyarakat.
Aktivitas ekonomi di luar belanja pemerintah ternyata bergerak lebih cepat. "Angka 5,31 persen itu sebenarnya angka yang kita prediksi baru akan tercapai pada triwulan keempat," kata Junda saat ditemui di ruang kerjanya, Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Jumat (6/11/2026).
Junda menyoroti pergeseran sumber pertumbuhan. Selama ini ekonomi Sulbar banyak ditopang belanja pemerintah, kini sektor pertanian, industri kecil, usaha pengolahan, dan UMKM menunjukkan perkembangan positif.
Produksi pertanian meningkat dan nilai tukar petani membaik. "Selama ini pertumbuhan ekonomi kita banyak ditopang belanja pemerintah. Tetapi sekarang sektor pertanian, industri kecil, olahan, dan UMKM juga tumbuh," ujarnya.
Terbukanya akses penerbangan turut membantu pergerakan orang dan barang. Junda menyatakan masih mencermati data lanjutan untuk memetakan potensi terbesar pertumbuhan sekaligus memperkirakan perkembangan triwulan IV 2026.
Kepala BPS Sulawesi Barat Suri Handayani menjelaskan industri pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi 15,38 persen pada triwulan III 2026. Sektor pertanian menyusul 8,26 persen, konstruksi 8,13 persen, perdagangan 4,16 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum 2,90 persen.
Dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) menjadi komponen dengan kontribusi terbesar. "Hal ini menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat masih menjadi salah satu penggerak penting perekonomian daerah," jelas Suri dalam Berita Resmi Statistik yang disiarkan kanal YouTube BPS Sulawesi Barat, Kamis (5/11/2026).
Ekonomi Sulbar juga naik 0,82 persen dibanding triwulan II 2026 secara quarter-to-quarter. Pada periode itu, industri pengolahan kembali jadi sumber pertumbuhan terbesar dari sisi lapangan usaha, sementara dari sisi pengeluaran ditopang komponen net ekspor.
Secara kumulatif dari triwulan I hingga triwulan III 2026, perekonomian Sulbar tumbuh 5,29 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. BPS mencatat PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan III 2026 mencapai Rp19,54 triliun.
PDRB atas dasar harga konstan tercatat Rp10,38 triliun. Penguatan sektor produksi, aktivitas usaha masyarakat, dan konsumsi rumah tangga menjadi faktor yang dicermati untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.