Polda Sulbar Jawab Persoalan Warga Lewat Subuh Keliling hingga Polisi Peduli Pendidikan

Penulis: Xander Situmorang  •  Senin, 02 November 2026 | 11:02:01 WIB
Kabid Humas Polda Sulbar menegaskan pendekatan kepolisian tidak hanya berhenti pada penindakan pelaku kejahatan.

MAMUJU — Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Barat menegaskan bahwa pendekatan kepolisian tidak lagi berhenti pada penindakan pelaku kejahatan. Program yang dijalankan jajarannya dirancang untuk menjawab persoalan mendasar warga, sekaligus membangun kepercayaan terhadap institusi.

Pendidikan butuh lingkungan yang aman. Pengangguran butuh kepedulian lintas sektor. Pelayanan publik butuh kepercayaan. Sementara gangguan kamtibmas menuntut pencegahan dan penegakan hukum yang profesional.

Empat Program yang Menyentuh Persoalan Warga

Polda Sulbar menjalankan Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Peduli Pengangguran sebagai dua program berbasis kepedulian sosial. Keduanya bersanding dengan peningkatan pelayanan dan keamanan di ruang publik.

Program prioritas Kapolri juga diterapkan melalui Subuh Keliling dan Minggu Kasih. Dua kegiatan itu menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan warga, termasuk tokoh agama serta tokoh masyarakat.

Di sisi penegakan hukum, Polda Sulbar mengungkap kasus narkoba, pencurian kendaraan bermotor, dan penyalahgunaan BBM ilegal. Semua kegiatan itu disebut saling terkait dengan persoalan sosial yang lebih luas.

Mengapa Keamanan Dibangun dari Akar Persoalan

Pendekatan yang dipakai berlandaskan konsep Community Policing atau pemolisian masyarakat. Dalam konsep itu, keamanan tidak semata hasil patroli dan penindakan personel berseragam.

Keamanan juga terbentuk lewat hubungan erat antara polisi dan masyarakat, komunikasi terbuka, serta kemampuan bersama mengidentifikasi persoalan. Gangguan keamanan dinilai sering berakar pada kondisi sosial di lingkungan warga.

Ketika persoalan tidak teridentifikasi sejak awal, potensi gangguan bisa berkembang menjadi konflik, tindak pidana, atau ketidakpercayaan terhadap kepolisian. Karena itu, informasi dari komunikasi sosial dipakai untuk menentukan langkah pencegahan dan meningkatkan pelayanan.

Subuh Keliling dan Minggu Kasih Jadi Ruang Aspirasi

Subuh Keliling dan Minggu Kasih memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Polisi tidak hanya menyampaikan pesan kamtibmas, tetapi juga mendengar aspirasi tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dari interaksi itu, kepolisian memperoleh gambaran kondisi kamtibmas di lapangan. Masyarakat ditempatkan sebagai mitra strategis, bukan sekadar pihak yang dilindungi.

"Polri hadir untuk memahami persoalan masyarakat secara langsung. Melalui komunikasi, pelayanan, kepedulian sosial, dan penegakan hukum, kami berupaya membangun hubungan yang saling percaya," kata Kabid Humas Polda Sulbar.

Ia menambahkan bahwa keamanan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan masyarakat. Warga bukan hanya pihak yang dilindungi, tetapi juga mitra dalam menjaga kamtibmas.

Polisi Peduli Pendidikan dan Dimensi Keamanan Manusia

Polisi Peduli Pendidikan diwujudkan antara lain melalui peninjauan sekolah dasar dan interaksi dengan warga di sekitar lingkungan pendidikan. Peninjauan langsung memberi gambaran soal kondisi sarana dan kebutuhan yang disampaikan masyarakat.

Persoalan pendidikan tidak hanya menyangkut proses belajar mengajar. Kondisi sarana, keamanan lingkungan sekolah, akses pelayanan dasar, dan keberlanjutan kesempatan belajar ikut menentukan.

Dalam perspektif Human Security atau keamanan manusia, keamanan memiliki dimensi lebih luas dari perlindungan terhadap ancaman kriminalitas. Keamanan juga berkaitan dengan kemampuan warga menjalani kehidupan layak dan memperoleh kesempatan.

Kehadiran polisi di lingkungan pendidikan memiliki nilai preventif. Lingkungan sekolah yang aman mendukung proses belajar, sementara komunikasi antara kepolisian, tenaga pendidik, orang tua, dan warga membangun kesadaran bersama soal perlindungan anak.

Dampak yang diharapkan bukan sekadar terlaksananya kunjungan. Yang dituju adalah tumbuhnya perhatian terhadap kondisi pendidikan, meningkatnya rasa aman di lingkungan sekolah, serta terbukanya ruang koordinasi untuk menindaklanjuti kebutuhan warga.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: bugispos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top