MAMUJU — Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat Muh Faizal Thamrin menyebut pelatihan menyasar petani dari Kabupaten Pasangkayu karena daerah itu menjadi salah satu sentra sawit di provinsi tersebut. Program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit di Sulbar tahun ini mencakup tiga kegiatan pelatihan, dengan peserta yang didominasi berasal dari Pasangkayu dan Mamuju.
Pelatihan menekankan dua keterampilan praktis. Pertama, pembuatan dan aplikasi pupuk organik yang bisa langsung dipakai petani untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Kedua, teknik pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit agar pengelolaan lahan lebih terukur.
Peserta diharapkan menguasai keduanya, bukan sekadar memahami konsep di ruang kelas. Materi dirancang supaya pengetahuan yang diperoleh bisa diterapkan pada kebun masing-masing usai pelatihan selesai.
Faizal menegaskan pentingnya efek berantai dari pelatihan. Peserta tidak cukup menerapkan materi di lahannya sendiri, tetapi juga menularkan pengetahuan kepada anggota kelompok tani lain.
"Kita berharap dari pelatihan ini, apa yang mereka dapatkan bisa diimplementasikan atau diterapkan di kebunnya masing-masing dan bisa memberikan edukasi kepada teman kelompok petani yang lainnya," kata Faizal.
Menurutnya, kolaborasi dengan IPB Training perlu diperluas ke depan. Pengembangan kompetensi petani diharapkan tidak berhenti pada komoditas kelapa sawit, tetapi juga menyasar komoditas perkebunan lain di Sulbar.
Faizal berharap daerah lain, termasuk Mamuju Tengah, meningkatkan partisipasi dengan mengusulkan kebutuhan pelatihan kepada pemerintah provinsi. Usulan itu selanjutnya diteruskan ke pemerintah pusat agar masuk dalam perencanaan program.
Ketua Tim IPB Training Prof. Dr. Ir. Hariyadi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya pelatihan, terutama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Kerja sama ini disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas petani melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan langsung dalam pengelolaan perkebunan.
Pelatihan ini melibatkan Badan Pengelola Dana Perkebunan dan Direktorat Jenderal Perkebunan sebagai mitra. Ketiga pihak diharapkan berkontribusi memperkuat kapasitas SDM perkebunan serta mendorong penerapan pengetahuan yang diperoleh petani di lapangan.