MAMUJU — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menerima langsung rombongan Perpusip Sulbar yang dipimpin Timothius, didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum Ahmad Sahrun beserta jajaran. Pertemuan berlangsung dalam suasana keakraban dan menjadi momentum membangun komunikasi antarlembaga.
Agenda utama kunjungan adalah rencana penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di bidang perpustakaan. Dokumen itu akan menjadi landasan bagi kedua pihak menjalankan program kolaboratif yang mendukung peningkatan literasi.
PKS yang dijajaki mencakup sejumlah peluang kolaborasi sesuai tugas dan fungsi masing-masing lembaga. Sinergi diarahkan tidak hanya memperkuat keberadaan perpustakaan dan Pojok Baca di lingkungan perkantoran, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan membaca di kalangan aparatur.
Perpusip Sulbar menyerahkan bantuan bahan bacaan melalui mekanisme pinjam pakai. Bantuan itu diharapkan memperkaya koleksi, meningkatkan pemanfaatan Pojok Baca, dan memudahkan pegawai mengakses sumber informasi.
Dari sisi Kanwil Kemenkum, diperkenalkan E-Pus BPHN, layanan perpustakaan digital yang mendukung akses bahan bacaan dan sumber informasi hukum secara elektronik. Pengenalan layanan menjadi bagian dari pertukaran informasi antarlembaga soal pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses literasi.
Timothius menyebut kunjungan ini bagian dari upaya Perpusip Sulbar memperluas jejaring kemitraan dengan perangkat daerah dan instansi vertikal di Sulawesi Barat. Menurut dia, pengembangan literasi tidak bisa ditangani satu lembaga saja.
"Pengembangan literasi membutuhkan keterlibatan bersama, tidak hanya dari lembaga yang membidangi perpustakaan, tetapi juga dari seluruh pemangku kepentingan yang memiliki komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia," kata Timothius.
Perpusip Sulbar berharap kerja sama berkelanjutan dengan Kanwil Kemenkum Sulbar terjalin, baik lewat penyusunan PKS, penguatan fasilitas Pojok Baca, penyediaan bahan bacaan, maupun program literasi inovatif.
Semangat kolaborasi itu sejalan dengan Gerakan Sulbar Mandarras yang mendorong tumbuhnya budaya membaca dan masyarakat gemar belajar. Semakin banyak instansi terlibat, akses terhadap bahan bacaan diharapkan makin terbuka.
Bagi warga Sulawesi Barat, dampaknya terasa lewat layanan baca yang lebih dekat: dari Pojok Baca di kantor instansi hingga koleksi digital E-Pus BPHN. Dua jalur itu melengkapi perpustakaan daerah sebagai sumber belajar masyarakat.