MAMASA — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulbar, Surya Yuliawan Syarifuddin, menyatakan penanganan jalan perbatasan Mehalaan–Matangnga mendesak dilakukan. Akses yang belum terhubung optimal membuat petani kesulitan memobilisasi hasil kebun dan pertanian ke pusat pasar di Polman maupun Mamasa.
Ruas jalan itu menjadi salah satu dari sejumlah titik jalan perbatasan di Sulawesi Barat yang ditargetkan masuk program peningkatan jaringan jalan provinsi tahun anggaran berjalan.
Kondisi geografis kawasan perbatasan selama ini menguji warga yang hendak melintas. Minimnya infrastruktur jalan membuat biaya dan waktu tempuh distribusi hasil bumi membengkak.
Surya menilai perbaikan akses akan berdampak langsung pada mobilitas warga dan pelayanan dasar. Menurut dia, konektivitas antarwilayah yang terbuka membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
"Ketika akses semakin baik dan konektivitas antarwilayah terbuka, masyarakat akan lebih mudah bergerak, pelayanan dasar terjangkau, dan potensi ekonomi berkembang," kata Surya di Mamuju, Rabu (21/10/2026).
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan PUPR Sulbar, Sopater Sore, menekankan aspek keberlanjutan teknis pada ruas jalan terisolasi tersebut. Penanganan 12 kilometer tidak berhenti pada pengaspalan awal.
Sopater menyebut pemeliharaan berkala dibutuhkan agar manfaat jalan bertahan dalam jangka panjang. Tanpa perawatan, kualitas jalan dikhawatirkan cepat menurun dan kembali menyulitkan warga.
"Konektivitas yang baik harus didukung kondisi jalan yang memadai dan pemeliharaan berkelanjutan agar masyarakat lebih mudah mengangkut hasil produksi," jelas Sopater.
Selama ini petani di perbatasan Mamasa dan Polman menanggung ongkos angkut lebih tinggi karena jalan rusak. Hasil perkebunan dan pertanian kerap terlambat sampai pasar.
Perbaikan ruas Mehalaan–Matangnga diharapkan memotong rantai biaya itu. Warga dua kabupaten bakal lebih leluasa mengangkut produksi ke pasar terdekat.
Pemprov Sulbar belum merinci nilai anggaran maupun jadwal rampung pengerjaan 12 kilometer jalan tersebut. Dinas PUPR Sulbar menyatakan ruas ini masuk daftar penanganan tahun anggaran berjalan.