MAMUJU — Rapat berlangsung di Ruang Rapat Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Agus menerima rombongan bersama para kepala bidang, Kepala Tata Usaha, pejabat fungsional, dan staf.
Sosialisasi itu membawa satu pesan utama: ASN perlu memahami program perlindungan sosial, bukan hanya sebagai urusan dinas sosial. Pemahaman itu diharapkan mendorong kepedulian terhadap kondisi masyarakat dan mendukung program pemerintah yang tepat sasaran.
Bagi Dinas Pangan, perlinsos punya kaitan langsung dengan urusan sehari-hari. Ketersediaan dan keterjangkauan pangan disebut sebagai salah satu aspek penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
"Bagi Dinas Pangan, perlindungan sosial juga memiliki keterkaitan dengan upaya menjaga ketahanan pangan, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan," kata Agus.
Karena itu, koordinasi antara program ketahanan pangan dan perlindungan sosial dinilai perlu diperkuat. Warga miskin dan kelompok rentan menjadi sasaran yang paling terdampak bila akses pangan terganggu.
Kegiatan ini mengacu pada Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Program itu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat lewat penguatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
Dalam kerangka itu, sosialisasi perlinsos diposisikan sebagai bekal bagi ASN. Mereka diharapkan mampu menyampaikan informasi program kepada warga yang membutuhkan.
Agus menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarperangkat daerah. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar program pemerintah berjalan efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Sinergi antarperangkat daerah diharapkan memperkuat pelayanan publik yang inklusif, transparan, dan tepat sasaran. Dinas Pangan Sulbar menargetkan seluruh ASN di lingkungannya memahami peran dan tanggung jawab dalam mendukung pelaksanaan perlindungan sosial.