POLMAN — Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto menyatakan penambahan penyaluran menyasar dua kabupaten sekaligus, Majene dan Polewali Mandar. Keputusan diambil setelah aktivitas pengisian Biosolar dan Pertalite di sejumlah SPBU meningkat tajam.
Lonjakan permintaan dipicu tiga hal: arus lalu lintas antardaerah yang ramai, penerapan ketentuan pengisian BBM lewat surat edaran bupati masing-masing kabupaten, serta pola kedatangan pasokan dari Fuel Terminal Pare-Pare. Truk, bus, dan kendaraan pribadi memadati sejumlah SPBU pada jam-jam tertentu.
Pada jam sibuk, antrean kendaraan tidak lagi tertampung di area SPBU. Garis antrean meluas ke luar pagar dan menempati bahu jalan di sepanjang jalur Trans Sulawesi.
Pertamina menyebut penambahan 20 persen ditujukan agar kebutuhan masyarakat terakomodasi tanpa menambah kepadatan di ruas jalan. "Kami terus memantau kondisi stok, realisasi penyaluran, dan perkembangan aktivitas pengisian di wilayah Majene dan Polewali Mandar. Penambahan penyaluran sebesar 20 persen menjadi salah satu upaya untuk mengakomodasi kebutuhan BBM masyarakat," ujar Lilik.
Pasokan tambahan tidak berdiri sendiri. Pertamina berkoordinasi dengan Fuel Terminal Pare-Pare, pemerintah daerah, dan aparat terkait untuk mengoptimalkan pengiriman ke SPBU.
Di lapangan, Pertamina juga menggandeng Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Tim Satgas BBM Kabupaten Polewali Mandar. Pengaturan antrean melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan aparat penegak hukum agar kepadatan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.
Sejumlah langkah operasional lain ditempuh: memperpanjang jam operasional SPBU tertentu dan mengaktifkan petugas pengatur kendaraan atau marshalling. Petugas ini bertugas merapikan barisan kendaraan agar proses pengisian berjalan lebih cepat.
Hasil pemantauan Pertamina pada Minggu (18/10) pukul 17.30 WITA menunjukkan sejumlah SPBU di Majene dan Polewali Mandar relatif lengang. Beberapa lokasi masih dipadati kendaraan, tetapi tidak lagi menimbulkan antrean panjang seperti sebelumnya.
Pertamina memastikan pemantauan penyaluran BBM di kedua kabupaten berlanjut. Penyesuaian operasional akan dilakukan mengikuti perkembangan kebutuhan di lapangan.
Lilik mengimbau warga membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. "Kami berterima kasih atas kesabaran dan pengertian masyarakat. Kami mengajak masyarakat mengisi BBM sesuai kebutuhan dan memberi ruang bagi pengguna lain agar pelayanan dapat berlangsung lebih lancar," tutupnya.