MAMUJU — Kecelakaan tunggal terjadi saat Supriadi melaju dari arah selatan menuju utara. Setibanya di lokasi kejadian, ia diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk sehingga kendaraan oleng, menabrak pembatas jalan, lalu terperosok ke lereng.
Kendaraan tertahan pepohonan di dasar lereng sehingga tidak jatuh lebih dalam. Kondisi itu membuat kedua korban bisa keluar dari mobil tanpa cedera berarti.
Petani asal Tommo Mengemudikan Avanza Bernomor DC 1102 AW
Mobil tersebut dikemudikan Supriadi, seorang petani asal Dusun Tallang Gading, Desa Kalepu, Kecamatan Tommo. Ia membawa satu penumpang, Hj. Hasi, saat melintasi jalan menikung dan menanjak di kawasan Tadui.
Jalan Poros Trans Sulawesi di titik itu dikenal memiliki kontur menanjak dan berbelok. Kondisi tersebut menuntut pengendara tetap fokus, terutama saat melaju pada pagi hari.
Ditlantas Polda Sulbar Olah TKP dan Evakuasi dengan Alat Berat
Personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sulbar yang dipimpin Kanit I Silaka, IPTU Pasha Aditya N, bergerak ke lokasi untuk penanganan dan evakuasi kendaraan. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta membantu pengamanan arus lalu lintas.
Dua saksi di sekitar lokasi, Abarudding (41) dan Rusmi (55), telah dimintai keterangan untuk melengkapi laporan kepolisian. Proses evakuasi melibatkan alat berat serta kerja sama personel Polantas dan masyarakat setempat.
Berkat upaya bersama tersebut, kendaraan akhirnya berhasil diangkat dari lereng. Arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi kembali normal setelah evakuasi selesai.
Imbauan Polisi: Berhenti Jika Mengantuk
Menyikapi kejadian ini, Ditlantas Polda Sulbar mengimbau masyarakat agar memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum berkendara. Pengendara yang merasa lelah atau mengantuk diminta tidak memaksakan diri dan segera berhenti di tempat aman untuk beristirahat.
"Keselamatan adalah yang utama. Ingat, ada keluarga yang menunggu Anda di rumah," imbau IPTU Pasha Aditya.
Kecelakaan di jalur poros Trans Sulawesi tercatat beberapa kali melibatkan kendaraan pribadi dengan penyebab kelelahan pengemudi. Polisi mengingatkan bahwa istirahat singkat di rest area atau bahu jalan yang aman jauh lebih penting daripada memaksakan perjalanan.