MAMUJU — Lencana Panca Warsa II diberikan kepada Amalia Fitri Aras bersamaan dengan apel besar tingkat Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Barat. Kegiatan itu dihadiri Wakil Ketua DPRD Sulbar St. Suraidah Suhardi yang juga menjabat Ketua Kwarda Pramuka Sulbar, Sekretaris DPRD Sulbar Arianto, serta sejumlah unsur terkait.
Pemberian penghargaan menjadi bagian dari rangkaian apel yang digelar untuk memperkuat semangat kepramukaan di daerah. Gubernur Suhardi Duka memimpin langsung jalannya apel sebagai pembina upacara.
Amalia Fitri Aras menyebut lencana tersebut sebagai motivasi untuk terus mendukung pengembangan Gerakan Pramuka di Sulawesi Barat. Menurutnya, Pramuka berperan penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan memiliki jiwa kepemimpinan.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus berkontribusi dalam mendukung Gerakan Pramuka. Saya berharap Pramuka semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan daerah,” ujarnya.
Dia menekankan nilai kedisiplinan dan gotong royong sebagai bagian dari pembinaan yang diusung Gerakan Pramuka. Dua nilai itu dinilainya relevan dengan kebutuhan pembentukan karakter generasi muda di Sulawesi Barat.
St. Suraidah Suhardi menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Barat atas dukungan terhadap pelaksanaan Apel Besar Pramuka tingkat Kwarda. Dia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Kwarda yang telah direncanakan dan kini terlaksana.
“Ke depan, kami ingin memberikan kesempatan kepada masing-masing Kwartir Cabang (Kwarcab) untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan apel besar Pramuka secara bergiliran. Dengan demikian, masyarakat di daerah juga dapat merasakan kehadiran Gubernur melalui kegiatan kepramukaan,” ungkap Suraidah.
Usulan itu ditempuh agar kegiatan kepramukaan menjangkau lebih banyak wilayah, bukan hanya berpusat di Mamuju. Lewat cara tersebut, kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan kepramukaan bisa dirasakan langsung warga di kabupaten.
Suraidah mengimbau sekolah, gugus depan, dan satuan karya (Saka) agar semakin mengaktifkan kegiatan kepramukaan, termasuk Perkemahan Sabtu Minggu (Persami). Kegiatan itu disebutnya sebagai sarana penting untuk membina karakter peserta didik melalui aktivitas yang positif, terarah, dan berkelanjutan.
“Kami berharap seluruh sekolah, gugus depan, dan satuan karya dapat menghidupkan kembali kegiatan kepramukaan secara aktif dan berkelanjutan. Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga wadah pembinaan karakter agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
Apel Besar Gerakan Pramuka Sulawesi Barat diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan jajaran Gerakan Pramuka. Sinergi itu diarahkan pada pembinaan generasi muda serta perluasan manfaat kegiatan kepramukaan bagi masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Barat.