MAJENE — Etape kedua Sandeq Silumba 2026 resmi dimulai pukul 08.00 Wita dari Pantai Pamboang. Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Syamsul Samad, melepas para peserta untuk mewakili Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka. Garis finis etape ini berada di Pantai Bahari, Kabupaten Polewali Mandar.
Sepanjang jalur Trans Sulawesi yang dilalui peserta, warga berdiri di sisi jalan sejak titik start. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa ikut menyaksikan langsung perahu tradisional khas Mandar itu melaju dengan mengandalkan layar dan kelihaian membaca arah angin.
Jumlah peserta etape kedua tahun ini mencapai 80 perahu sandeq. Angka itu disebut sebagai yang tertinggi dibandingkan penyelenggaraan event sandeq pada tahun-tahun sebelumnya.
"Pesertanya ini sebanyak 80 perahu sandeq dan ini baru pertama kali. Dari sekian banyaknya event sandeq dari tahun ke tahun, ini bisa dibilang rekor baru," ujar Ahmad Kadafi Faisal, warga Kecamatan Pambusuang.
Menurut Ahmad, tingginya partisipasi passandeq tidak lepas dari posisi sandeq sebagai bagian dari identitas masyarakat Sulawesi Barat. Ia menyebut antusiasme warga Sulbar untuk menonton sandeq selalu tinggi setiap tahun.
Sejumlah warga memilih mengikuti perjalanan etape kedua sejak pelepasan di Pantai Pamboang. Hamid, 20 tahun, mengaku sengaja datang ke titik start untuk menyaksikan langsung tradisi maritim Mandar yang dikemas dalam perlombaan.
"Tadi saya mengikuti etape kedua sejak start dari Pantai Pamboang," kata Hamid.
Bagi Hamid, Sandeq Silumba bukan sekadar ajang adu cepat perahu. Event ini menjadi momentum memperkenalkan dan melestarikan budaya maritim Mandar kepada generasi muda.
"Semoga ke depan lebih banyak lagi peserta Sandeq Silumba," ujarnya.
Ahmad berharap Sandeq Silumba terus digelar setiap tahun dan berkembang hingga dikenal di tingkat internasional. Ia juga ingin event ini membangkitkan semangat para passandeq untuk mempertahankan tradisi bahari Mandar.
"Harapan kami untuk Sandeq Silumba ini selalu diadakan setiap tahun dan bisa sampai ke internasional," ungkap Ahmad.
Menurut Ahmad, kehadirannya menyaksikan etape kedua dilandasi kecintaan terhadap budaya maritim Mandar yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Sulawesi Barat.
"Kalau soal motivasi, sandeq ini kan budaya maritim Mandar, Sulawesi Barat. Masyarakat Sulbar sangat antusias setiap tahun untuk menonton sandeq," tuturnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan event tersebut diharapkan semakin memotivasi para passandeq untuk mengharumkan nama Sulawesi Barat dan Mandar.
"Untuk bertambah lagi motivasi para passandeq, semangat juang untuk para passandeq dan untuk Sulawesi Barat dan Mandar," pungkasnya.