SULAWESI BARAT — PT Kereta Api Indonesia (Persero) memulai reaktivasi jalur kereta mati di Sumatera tahun ini, dengan sekitar 400 kilometer trase lama di Medan–Banda Aceh hingga Besitang sebagai prioritas paling layak dikerjakan. Langkah ini menandai babak awal pengaktifan kembali jaringan kereta yang lama terbengkalai di Pulau Sumatera.
Paragraf pembuka: Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan proses reaktivasi jalur kereta lintas Sumatera akan dimulai tahun ini. Saat ini perseroan tengah mengkaji trase atau jalur kereta api di wilayah Sumatera sebelum pekerjaan fisik dimulai. Kajian mencakup trase lama yang masih tersisa maupun jalur baru yang belum pernah dioperasikan.
Bobby menjelaskan, trase yang telah diidentifikasi KAI mencakup wilayah Medan, Banda Aceh, hingga Besitang. Total panjang trase di tiga wilayah tersebut sekitar 400 kilometer.
"Kita lagi studi sekarang. Studi sekarang itu saya sampaikan juga, yang paling gampang yang trasenya sudah ada itu kan dari Medan, Banda Aceh, itu kan ada traseh lama, sampai Besitang, itu sekitar 400 kiloan. Itu paling feasible kita kerjakan," ungkap Bobby kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Bobby, trase lama itu dinilai paling siap karena jejak jalurnya masih ada. Kondisi ini membuat biaya dan waktu pengerjaan lebih terkendali dibanding membangun jalur dari nol.
Selain trase lama, KAI tengah mengidentifikasi sejumlah trase baru seperti yang ada di Sumatera Barat. Bobby menilai trase-trse baru ini hanya tinggal menunggu direaktivasi.
Perseroan juga masih mengkaji sejumlah wilayah yang belum memiliki trase sama sekali. Meski begitu, Bobby memastikan reaktivasi di sejumlah wilayah Sumatera akan dilakukan mulai tahun ini.
Bobby mengaku belum menghitung kebutuhan anggaran untuk reaktivasi jalur kereta di Sumatera. Namun ia menyebut pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk reaktivasi jalur kereta di wilayah Sumatera.
"Segera lah ya, sebagian kita mulai tahun ini," pungkasnya.
Penutup: Reaktivasi jalur kereta di Sumatera menjadi ujian bagi KAI dalam menghidupkan kembali infrastruktur transportasi yang lama tidak terpakai. Jika trase Medan–Banda Aceh–Besitang benar-benar mulai dikerjakan tahun ini, wilayah tersebut berpeluang kembali terhubung dengan layanan kereta setelah puluhan tahun mati suri.