MAMUJU — Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki, menyebut GPM kali ini paling lengkap dibanding pelaksanaan sebelumnya. Beras SPHP yang disiapkan mencapai tiga ton, menyasar warga yang membutuhkan pasokan pangan pokok.
Cabai menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus dalam kegiatan tersebut. Suyuti menyebut cabai tengah mengalami inflasi sehingga kehadirannya di GPM diharapkan menekan lonjakan harga di pasar.
Sejumlah kebutuhan pokok tersedia dalam GPM yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sulbar. Selain beras SPHP, warga dapat membeli daging ayam, telur, minyak goreng, dan ikan dengan harga di bawah pasaran.
"Hari ini paling lengkap ya, ada beras SPHP 3 ton ya, cabai terutama yang mengalami inflasi saat ini, daging ayam, telur, minyak kita juga ada, ikan juga ada," ujar Suyuti.
Pelaksanaan GPM dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat yang hadir. Layanan itu menjadi tambahan manfaat selain kemudahan memperoleh bahan pangan murah.
Warga yang datang ke lokasi tidak hanya berbelanja kebutuhan dapur. Pemeriksaan kesehatan gratis disiapkan agar masyarakat bisa sekaligus memantau kondisi tubuhnya.
Kombinasi dua layanan dalam satu kegiatan dinilai mempermudah warga, terutama yang datang dari kawasan sekitar Mamuju. Mereka tak perlu mendatangi dua tempat berbeda untuk urusan pangan dan kesehatan.
Suyuti menegaskan pihaknya konsisten menjalankan GPM sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga pangan. Frekuensi pelaksanaannya terbilang tinggi sepanjang tahun.
"Kita sangat intens dalam melakukan GPM. Ini GPM keberapa 32, sangat banyak, tapi tahun ini kita hanya dapat tambahan 1 GPM dari pusat," jelasnya.
Keterbatasan tambahan kuota dari pemerintah pusat membuat Pemprov Sulbar mengandalkan jadwal yang ada. Meski begitu, kegiatan tetap digelar untuk merespons kebutuhan warga di lapangan.
Kehadiran GPM diharapkan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan sekaligus mendukung pengendalian harga sejumlah komoditas. Cabai dan minyak goreng termasuk yang paling sering bergejolak harganya di pasar tradisional.
Pemprov Sulbar berkomitmen mengintensifkan pelaksanaan GPM sebagai salah satu langkah menjaga daya beli warga. Kegiatan menyambut HUT ke-22 Sulbar ini menjadi bagian dari rangkaian upaya tersebut.