JAKARTA — Dua ragam seni dari wilayah budaya Mandar dan Mamasa dibawa ke panggung Pergelaran Soul of Youth di TMII, Jakarta. Tarian Tenggang-Tenggang Lopi mewakili kekayaan budaya Mandar, sementara satu tarian tradisional dari Kabupaten Mamasa menggambarkan kekhasan masyarakat pegunungan Sulawesi Barat. Penampil mengenakan busana adat khas Sulawesi Barat dengan warna dan ornamen yang mencerminkan identitas daerah.
Tarian Tenggang-Tenggang Lopi merepresentasikan kekayaan budaya Mandar yang hidup di pesisir Sulawesi Barat. Sementara tarian dari Mamasa membawa nuansa budaya masyarakat pegunungan ke panggung nasional. Dua penampilan itu menunjukkan keberagaman tradisi yang tumbuh di provinsi tersebut.
Penampilan tersebut menjadi ruang interaksi budaya antara pelaku seni Sulawesi Barat dengan masyarakat dan pengunjung TMII. Kehadiran dua ragam seni sekaligus memperlihatkan bahwa tradisi di Sulawesi Barat tidak berasal dari satu akar budaya saja.
Kepala Subbidang Promosi, Informasi dan Investasi Daerah Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Nurul Farasmy, menyebut keikutsertaan anjungan sebagai sarana memperkenalkan daerah melalui seni dan budaya.
"Ini merupakan salah satu langkah kita untuk memperkenalkan Sulawesi Barat kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Melalui seni dan budaya, kita ingin menunjukkan bahwa Sulawesi Barat memiliki kekayaan tradisi yang beragam dan menarik untuk terus dikenal serta dilestarikan," ujar Nurul Farasmy.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Provinsi Sulawesi Barat yang diperingati pada 22 September 2026.
"Selain sebagai ruang promosi budaya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat kita menyambut HUT ke-22 Sulawesi Barat. Momentum ini kita manfaatkan untuk membawa nama Sulawesi Barat lebih dikenal, tidak hanya melalui potensi daerah, tetapi juga melalui seni, budaya, dan identitas masyarakatnya," tambahnya.
Momentum HUT ke-22 Sulawesi Barat menjadi bagian dari semangat mengenalkan budaya Malaqbi. Identitas daerah itu dibawa ke panggung nasional lewat seni pertunjukan, bukan hanya melalui promosi potensi daerah.
Keikutsertaan Anjungan Sulawesi Barat diharapkan memperkuat perannya sebagai ruang promosi, edukasi, dan pelestarian budaya daerah. Panggung TMII juga menjadi jembatan untuk memperkenalkan Sulawesi Barat kepada masyarakat di tingkat nasional.