SULAWESI BARAT — Apple menjual iPod touch pertama ke pasar umum pada 14 September 2007. Peluncurannya menandai titik balik lini pemutar musik Apple, karena perangkat ini bukan lagi sekadar alat putar lagu, melainkan komputer saku yang bisa menjelajah internet lewat Wi-Fi.
Steve Jobs memperkenalkan perangkat ini sembilan hari sebelumnya, tepatnya 5 September 2007, dalam acara media bertajuk "The Beat Goes On". Acara itu sendiri jadi momen penting karena Apple saat itu baru saja merilis iPhone generasi pertama beberapa bulan sebelumnya.
Ketiadaan kamera dan fungsi telepon jadi pembeda utama dari iPhone. Apple sengaja memposisikan iPod touch sebagai perangkat hiburan dan internet, bukan pengganti ponsel.
iPod touch generasi pertama dipasarkan dengan dua pilihan kapasitas. Varian 8GB dibanderol 299 dolar AS, sementara varian 16GB dijual 399 dolar AS. Dengan kurs saat itu, harga tersebut setara sekitar Rp 2,8 juta hingga Rp 3,7 juta jika dikonversi ke rupiah.
Apple mempromosikan perangkat ini sebagai cara praktis menjelajah web dan membeli musik secara nirkabel melalui iTunes Wi-Fi Music Store. Toko musik digital itu jadi salah satu daya tarik utama, karena pengguna bisa mengunduh lagu langsung dari perangkat tanpa perlu menyambungkan ke komputer.
iPod touch bertahan cukup lama di lini produk Apple. Sepanjang hidupnya, perangkat ini melewati tujuh generasi dengan berbagai pembaruan, mulai dari peningkatan chipset, layar Retina, hingga kamera yang akhirnya ditambahkan di generasi keempat.
Apple akhirnya menghentikan produksi iPod touch pada 2022. Keputusan itu menutup babak panjang lini iPod yang pertama kali hadir pada 2001, sekaligus menandai pergeseran fokus Apple ke iPhone, iPad, dan layanan berbasis langganan seperti Apple Music.
Bagi pengguna di Indonesia, iPod touch sempat jadi perangkat populer di kalangan pelajar dan mahasiswa pada era 2010-an. Harganya lebih terjangkau dibanding iPhone, tapi tetap bisa dipakai untuk bermain game, mendengarkan musik, dan mengakses internet lewat Wi-Fi kampus atau kafe.
Perangkat ini juga jadi gerbang masuk banyak orang ke ekosistem Apple, termasuk App Store dan iTunes. Sebagian pengguna yang belum mampu membeli iPhone menjadikan iPod touch sebagai pilihan pertama untuk mencicipi layanan Apple.
Kini, 19 tahun setelah peluncurannya, iPod touch sudah tidak diproduksi lagi. Namun jejaknya masih terasa di lini produk Apple modern, terutama dalam cara perusahaan mengintegrasikan layanan musik, aplikasi, dan internet ke dalam satu perangkat genggam.