BARRU — Capaian tersebut menjadi bukti pembinaan balap mini trail usia dini yang dijalankan komunitas Mini Trail Barru (MTB) mulai menunjukkan hasil. Kedua pebalap muda ini tampil di kelas MAX untuk kategori usia 10 tahun pada ajang yang mempertemukan peserta dari sejumlah daerah di Sulawesi Barat.
Pada event yang berlangsung selama dua hari tersebut, Mario Pulana yang membawa nama tim YPRT/Meykup RT LS Barru sukses mengunci posisi keempat. Sementara itu, Azzam Khalif dari tim PMRT harus puas di peringkat keenam. Keduanya bersaing ketat dengan pebalap cilik lain di kelas yang sama.
Kamaruddin Kasau menyebut hasil ini tidak datang secara instan. Menurutnya, Mario dan Azzam telah menjalani latihan rutin dengan dedikasi tinggi, termasuk dalam setiap sesi yang dipandu pelatih MTB.
"Prestasi ini tidak datang secara instan. Kedua pembalap muda ini telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras dalam setiap sesi latihan. Kami melihat ini sebagai langkah awal yang baik untuk mencetak pembalap berkaliber nasional ke depannya," ujar Kamaruddin.
Program pembinaan yang digagas IMI Barru melalui MTB memang dirancang untuk menjaring bibit-bibit atlet sejak usia dini. Dengan fasilitas latihan yang terus ditingkatkan, diharapkan lahir pebalap cilik lain yang mampu bersaing di level lebih tinggi.
Ketua IMI Kabupaten Barru, Iswan Junar, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan Mario dan Azzam. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari disiplin dan latihan yang terukur sejak awal.
"Saya berharap semangat juang Mario dan Azzam dapat menular kepada seluruh pembalap cilik lainnya di Barru. Ini adalah awal yang baik. Dengan dukungan penuh dari orang tua, pelatih, serta pemangku kepentingan, kami optimistis akan lahir lebih banyak bibit unggul yang mampu membawa nama Barru ke tingkat yang lebih tinggi," pungkas Iswan.
IMI Barru berkomitmen terus mendukung pengembangan bakat muda di bidang balap mini trail. Dukungan itu meliputi peningkatan fasilitas latihan, pendampingan teknis, dan kesempatan bertanding di ajang regional maupun nasional.
Keberhasilan Mario dan Azzam diharapkan menjadi pijakan awal bagi pembalap cilik lain di Barru untuk mengukir prestasi serupa. Dengan pembinaan yang konsisten, potensi mereka dinilai cukup besar untuk bersaing di tingkat yang lebih luas.