MAMUJU TENGAH — Andi Irwan Zainuddin resmi memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Mamuju Tengah setelah terpilih secara aklamasi. Penetapan tersebut berlangsung di Cafee & Resto 88, Sabtu (22/8/2026) siang, dan langsung disambut dengan agenda konsolidasi internal partai.
Pria yang akrab disapa Atta itu menegaskan bahwa langkah pertamanya adalah merangkul seluruh kader tanpa memandang status pengurus lama atau baru. Ia ingin menghilangkan sekat yang sempat muncul saat proses pemilihan berlangsung.
"Langkah awal yang akan kita lakukan adalah mengkonsolidasikan seluruh kader, apalagi sedikit ada riak saat jelang pemilihan," ujar Andi Irwan.
Meski mengedepankan konsolidasi, Andi Irwan tidak menampik akan adanya penyegaran dalam struktur kepengurusan. Ia menilai hal tersebut merupakan bagian normal dari setiap pergantian kepemimpinan organisasi.
"Dalam organisasi itu sudah lumrah pada setiap pergantian kepemimpinan, penyegaran struktur kepengurusan dilakukan agar roda organisasi dapat berjalan dengan lebih baik lagi," sebutnya.
Ia menegaskan tidak ada lagi dikotomi antara pengurus lama dan baru. Semua pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Mamuju Tengah akan diajak bekerja sama untuk kepentingan partai.
Andi Irwan mengakui capaian Partai Golkar Mamuju Tengah pada Pileg 2024 sudah luar biasa dengan raihan enam kursi. Namun, ia menilai capaian tersebut masih bisa ditingkatkan pada kontestasi lima tahun mendatang.
"Mempertahankannya saja sudah Alhamdulillah, tapi kami menargetkan pada Pileg 2029 nanti bisa capai sembilan kursi," imbuhnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, kaderisasi menjadi prioritas utama. Andi Irwan menilai strategi pemenangan pemilu bertumpu pada kualitas calon yang diusung, bukan sekadar jumlah kader.
"Saya rasa strategi untuk menang, kuncinya di perekrutan kader. Untuk itu, kita semua akan bekerja keras, merangkul dan merekrut kader-kader terbaik untuk dipersiapkan ikut kontestasi," jelasnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, Partai Golkar Mamuju Tengah optimistis dapat memperkuat soliditas internal. Konsolidasi yang digencarkan di awal masa kepemimpinan diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.
Langkah perekrutan kader berkualitas juga dinilai akan berdampak langsung pada peningkatan elektabilitas partai di tingkat kabupaten. Seluruh pengurus diminta bergerak aktif untuk menjaring tokoh-tokoh potensial dari berbagai elemen masyarakat.