Sekolah Kedinasan Kemenhub 2026 Buka 891 Formasi, Pendaftaran 18-30 Agustus

Penulis: Vino Bastian  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:42:01 WIB
Petugas memperlihatkan laman portal SSCASN BKN untuk pendaftaran sekolah kedinasan Kemenhub 2026 di kantornya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka seleksi calon taruna/taruni sekolah kedinasan 2026 dengan total 891 formasi. Pendaftaran dibuka mulai 18 Agustus hingga 30 Agustus 2026 melalui portal SSCASN BKN. Kesempatan ini ditujukan bagi lulusan SMA/SMK sederajat berusia maksimal 23 tahun per 1 September 2026.

Bagi lulusan SMA, SMK, dan sederajat yang bercita-cita berkarier di sektor transportasi, seleksi masuk sekolah kedinasan Kemenhub 2026 menjadi salah satu pintu masuknya. Pada tahun ini, Kemenhub menyediakan 891 formasi yang tersebar melalui dua jalur penerimaan, yakni Pola Pembibitan Kemenhub dan Pola Pembibitan Pemerintah Daerah (Pemda).

Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal SSCASN BKN. Calon peserta wajib memiliki akun terlebih dahulu sebelum mengisi formulir pendaftaran. Tenggat waktu pendaftaran relatif singkat, sehingga persiapan dokumen sejak awal sangat disarankan.

Dua Jalur Penerimaan yang Tersedia

Formasi yang dibuka terbagi dalam dua skema. Pertama, Pola Pembibitan Kemenhub yang dikelola langsung oleh kementerian. Kedua, Pola Pembibitan Pemerintah Daerah yang merupakan kerja sama dengan pemda setempat. Calon taruna/taruni perlu mencermati skema mana yang sesuai dengan preferensi dan ketentuan daerah asal.

Syarat Usia, Fisik, dan Administrasi

Sejumlah persyaratan umum harus dipenuhi sebelum mendaftar. Calon peserta dipastikan berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan belum pernah menikah. Batas usia pendaftar adalah minimal 16 tahun dan maksimal 23 tahun per 1 September 2026.

Untuk calon taruna laki-laki, ada ketentuan fisik yang perlu diperhatikan: tidak memiliki tato atau bekas tato, serta tidak bertindik atau memiliki bekas tindik di bagian tubuh mana pun. Pengecualian diberikan jika tindik tersebut disebabkan ketentuan agama atau adat, dengan syarat melampirkan surat keterangan dari pemuka agama atau adat saat tes kesehatan.

Selain itu, setiap program studi atau sekolah kedinasan di lingkungan Kemenhub dapat memiliki persyaratan khusus tambahan. Calon peserta disarankan membaca seluruh ketentuan resmi sebelum menentukan pilihan program.

Alur dan Tahapan Seleksi

Proses seleksi diawali dengan pendaftaran dan verifikasi administrasi. Peserta yang dinyatakan lolos administrasi berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT).

Materi SKD meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Jadwal pelaksanaan SKD diperkirakan berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober 2026. Tahapan lanjutan setelah SKD akan diumumkan oleh panitia sesuai ketentuan masing-masing sekolah.

Jadwal Penting yang Perlu Dicatat

  • Pengumuman seleksi: 15 Agustus 2026
  • Pendaftaran: 18–30 Agustus 2026
  • Seleksi administrasi: 18 Agustus–1 September 2026
  • Pengumuman hasil administrasi: 2–3 September 2026
  • Pelaksanaan SKD: akhir September–awal Oktober 2026

Langkah Pendaftaran via SSCASN BKN

Pendaftaran hanya dilakukan melalui portal resmi SSCASN BKN. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka portal SSCASN BKN dan buat akun dengan data diri yang valid.
  2. Login menggunakan akun yang telah dibuat.
  3. Pilih menu pendaftaran sekolah kedinasan.
  4. Pilih instansi Kementerian Perhubungan.
  5. Pilih sekolah atau program studi yang tersedia sesuai kualifikasi.
  6. Lengkapi biodata, data pendidikan, dan unggah dokumen persyaratan.
  7. Periksa kembali seluruh data sebelum menekan tombol submit.
  8. Simpan atau cetak bukti pendaftaran untuk tahapan seleksi selanjutnya.

Mengingat waktu pendaftaran yang terbatas, calon peserta sebaiknya menyiapkan seluruh dokumen sejak sekarang. Memahami tahapan seleksi dan memenuhi persyaratan fisik sejak awal akan memperbesar peluang lolos ke tahap berikutnya.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: bicaranetwork.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top