Dinas ESDM Sulbar Susun RKA 2027, Kadis Bujaeramy Tekankan Program Pancadaya untuk Elektrifikasi dan Energi Terbarukan

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:31:01 WIB
Rapat pembahasan RKA 2027 berlangsung di Ruang Serbaguna Dinas ESDM Sulbar, Mamuju, Kamis (20/08/2026).

MAMUJU — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat pembahasan dan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun Anggaran 2027 pada Kamis (20/08/2026). Rapat yang berlangsung di Ruang Serbaguna Dinas ESDM Sulbar ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, didampingi Pejabat Fungsional Perencana, Abdul Syukur.

Penyusunan RKA ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Sulawesi Barat Nomor 34 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyusunan RKA Tahun Anggaran 2027. Seluruh perangkat dinas, mulai dari Bidang Mineral dan Batubara (Minerba), Bidang Ketenagalistrikan, Bidang Energi, hingga Bidang Geologi dan Air Tanah, dilibatkan secara bergiliran untuk menyelaraskan program dengan prioritas pembangunan daerah.

Program Strategis: Elektrifikasi dan Penataan Perizinan Minerba

Dalam sambutannya, Bujaeramy Hassan menegaskan bahwa penyusunan RKA bukan sekadar formalitas administrasi. Ia meminta setiap kegiatan yang diusulkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan program Pancadaya, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui optimalisasi potensi energi dan sumber daya mineral secara bijak.

“Penyusunan RKA ini bukan sekadar formalitas administrasi. Kita harus memastikan setiap kegiatan yang direncanakan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan program Pancadaya,” ujar Bujaeramy.

Dinas ESDM berkomitmen mengusulkan program-program strategis yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Beberapa prioritas yang mengemuka dalam rapat tersebut antara lain percepatan elektrifikasi, optimalisasi energi baru terbarukan, serta penataan perizinan sektor mineral yang berkeadilan.

Perencanaan Berbasis Data dan Arahan Sekda Sulbar

Bujaeramy mengingatkan pentingnya sinkronisasi program dengan kebijakan nasional sebagaimana ditekankan Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana. Arahan tersebut menegaskan bahwa APBD harus berbasis data dan prioritas pembangunan, serta memastikan seluruh program OPD terintegrasi dengan RPJMD.

“Kami memastikan bahwa setiap usulan kegiatan dari masing-masing bidang telah melalui kajian teknis dan administratif yang matang. Hal ini penting agar dokumen RKA yang dihasilkan tidak hanya memenuhi ketentuan formal, tetapi juga benar-benar mencerminkan kebutuhan riil di lapangan,” jelas Abdul Syukur.

Pendekatan partisipatif dalam penyusunan RKA kali ini dinilai krusial. Setiap bidang diminta melakukan kajian teknis dan administratif secara intensif sebelum usulan kegiatan diajukan, sehingga dokumen RKA yang dihasilkan akuntabel dan terukur.

Target: Tata Kelola Baik dan Iklim Investasi Kondusif

Rapat pembahasan RKA ini diharapkan menghasilkan dokumen perencanaan yang matang dan terukur. Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis data, Dinas ESDM Sulbar berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif di sektor energi dan sumber daya mineral.

Melalui sinergi yang kuat antara seluruh bidang dan komitmen terhadap program Pancadaya, Dinas ESDM optimis dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat. Seluruh program yang diusulkan nantinya akan melalui tahap verifikasi lebih lanjut sebelum ditetapkan menjadi dokumen anggaran resmi daerah.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: poinsembilan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top