Hari Pengayoman ke-81 di Sulbar, Kakanwil Kemenkum Soroti Kekompakan dan Transformasi Digital Pelayanan Hukum

Penulis: Vino Bastian  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:54:01 WIB
Peserta mengikuti kegiatan Fun Walk dalam rangka memperingati Hari Pengayoman ke-81 di Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (9/8).

MAMUJU — Suasana keakraban mewarnai peringatan Hari Pengayoman ke-81 di Sulawesi Barat. Kantor Wilayah Kementerian Hukum setempat menggelar Fun Walk yang diikuti pegawai, mitra kerja, serta masyarakat umum pada Minggu (9/8). Kegiatan ini dirancang bukan sekadar olahraga pagi, melainkan menjadi medium untuk merajut kebersamaan antarpegawai dan pemangku kepentingan.

Saefur Rochim menyebut momen santai seperti ini penting untuk membangun komunikasi yang lebih cair di luar rutinitas kantor. Menurutnya, hubungan interpersonal yang harmonis akan berdampak langsung pada efektivitas kerja, terutama dalam menghadapi dinamika pelayanan hukum ke depan.

“Fun Walk ini kita jadikan sebagai ruang untuk memperkuat rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Kita ingin seluruh jajaran dapat berinteraksi dalam suasana yang lebih santai, sehingga terbangun komunikasi yang baik dan hubungan kerja yang semakin harmonis,” ujar Saefur.

Digitalisasi Pelayanan Jadi Tema Utama Peringatan Tahun Ini

Mengusung tema “Transformasi Digital untuk Pelayanan Hukum yang Mengayomi dan Berdampak,” peringatan tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh insan pengayoman untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Namun, Saefur mengingatkan agar digitalisasi tidak berhenti pada pengadaan sistem atau perangkat semata.

Ia menekankan bahwa esensi transformasi adalah memberi kemudahan nyata bagi masyarakat. Pelayanan yang cepat, transparan, dan menjangkau lebih banyak orang menjadi tolok ukur keberhasilan, bukan sekadar kecanggihan teknologi yang digunakan.

“Transformasi digital harus kita maknai sebagai upaya menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Teknologi adalah sarana, sementara tujuan akhirnya adalah memberikan pelayanan hukum yang benar-benar bermanfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Kekompakan Tim Kunci Keberhasilan Pelayanan

Di hadapan para peserta, Saefur juga menyampaikan bahwa organisasi yang kuat tidak lahir hanya dari tumpukan pekerjaan yang terselesaikan. Rasa saling percaya dan kepedulian antarrekan kerja menjadi fondasi yang sama pentingnya untuk membangun institusi yang solid.

“Organisasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui pelaksanaan tugas, tetapi juga melalui rasa saling percaya, kepedulian, dan dukungan antarsesama. Ketika kita mampu berjalan bersama dan memiliki tujuan yang sama, maka pelaksanaan tugas akan menjadi lebih kuat,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh jajaran menjadikan Hari Pengayoman sebagai momentum refleksi untuk terus berinovasi. Semangat pengayoman, lanjut dia, harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang berdampak pada peningkatan kualitas layanan publik.

Sinergi Lintas Instansi dan Organisasi

Kegiatan Fun Walk ini tampak semakin semarak dengan kehadiran Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum John Batara Manikallo, serta Kepala Divisi Pelayanan Hukum Hidayat Yasin. Selain itu, tampak pula para notaris, pengurus dan anggota DWP Pengayoman Kementerian Hukum Sulawesi Barat, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan yang turut berpartisipasi.

Sepanjang rute, para peserta terlihat saling menyapa dan berbincang, menunjukkan bahwa agenda ini berhasil menciptakan suasana yang hangat. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Kanwil Kementerian Hukum Sulawesi Barat bahwa keberhasilan transformasi pelayanan tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: kabarsulbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top