Gibran Tinjau Rehabilitasi Jembatan Lumut di Aceh Tengah, Targetkan Ketahanan Infrastruktur Hadapi Banjir

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:21:01 WIB
Wakil Presiden Gibran meninjau rehabilitasi Jembatan Lumut di ruas Takengon–Isé-Isé, Aceh Tengah, Kamis (8/6).

SULAWESI BARAT — Peninjauan yang berlangsung Kamis (8/6) itu difokuskan pada ruas jalan nasional Takengon–Isé-Isé, sebuah jalur vital bagi distribusi logistik dan mobilitas warga di Kabupaten Aceh Tengah. Jembatan rangka baja dengan bentang 30 meter dan lebar 7 meter ini sempat lumpuh akibat meluapnya Sungai Lumut, mendorong Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk menugaskan Hutama Karya melakukan rehabilitasi tanggap darurat.

Metode Jacking dan Target Pemulihan Jembatan

Dalam paparan yang diterima Wakil Presiden, rehabilitasi tidak hanya memperbaiki struktur yang rusak, tetapi juga meningkatkan ketahanan jembatan terhadap potensi banjir di masa mendatang. Peninggian struktur setinggi 1,5 meter menggunakan hydraulic jack menjadi solusi teknis utama, dilengkapi pekerjaan perbaikan struktur, rehabilitasi railing, serta pengecatan ulang baja.

“Kunjungan Wakil Presiden menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap percepatan peningkatan kualitas infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hutama Karya berkomitmen menyelesaikan rehabilitasi Jembatan Lumut sesuai spesifikasi teknis dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu,” ujar Plt. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, dalam siaran persnya.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah dan DPRK

Wakil Presiden tiba di lokasi didampingi Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, Wakil Bupati Muchsin Hasan, serta Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie. Kehadiran para pejabat daerah ini menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal proyek strategis yang menjadi akses utama masyarakat. Turut mendampingi adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 BPJN Aceh dan Project Manager Penanganan Tanggap Darurat Aceh dari Hutama Karya, Azhar Mustafa.

Progres pekerjaan yang telah menembus 40 persen menjadi indikator bahwa upaya pemulihan berjalan sesuai rencana. Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian PU, BPJN Aceh, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan penyelesaian proyek tepat waktu.

Dampak Ekonomi dan Konektivitas Wilayah

Keberadaan Jembatan Lumut memiliki peran krusial dalam mendukung aktivitas ekonomi di Aceh Tengah dan sekitarnya. Gangguan pada infrastruktur ini sebelumnya menghambat distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok, memperpanjang waktu tempuh, serta meningkatkan biaya logistik. Pemulihan jembatan diharapkan mengembalikan kelancaran mobilitas masyarakat, pelayanan publik, dan rantai pasok barang.

Rehabilitasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, khususnya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan memperkuat konektivitas antar wilayah. Pemerintah menilai penguatan infrastruktur dasar seperti jembatan menjadi fondasi untuk mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan daya saing nasional.

Dengan selesainya rehabilitasi, jembatan diharapkan memiliki ketahanan lebih baik terhadap potensi banjir, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, serta memperkuat konektivitas pada ruas nasional Takengon–Isé-Isé. Hutama Karya optimistis proyek ini segera tuntas memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: topbusiness.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top