Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Mamuju Tengah Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan, Wabup Ingatkan Tiga Pilar Cita-Cita Bangsa

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:24:01 WIB
Ratusan jamaah mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI di Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah, Sabtu (1/8/2026).

MAMUJU TENGAH — Ratusan jamaah dari unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, hingga tokoh masyarakat memadati Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah pada Sabtu (1/8/2026). Mereka mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tiga Pilar Cita-Cita yang Harus Diwujudkan

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mamuju Tengah, H. Askary, menguraikan makna di balik tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Ia menekankan bahwa ketiga kata tersebut bukan sekadar rangkaian slogan, melainkan arah pembangunan yang harus diterjemahkan dalam kebijakan nyata di daerah.

Menurut Askary, kedaulatan berarti menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah belah. Sementara keadilan dimaknai sebagai pembangunan yang dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.

"Makmur berarti kesejahteraan yang meningkat bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM, serta ketersediaan pendidikan yang layak bagi generasi penerus," ujarnya di hadapan jamaah.

Zikir dan Doa sebagai Penguat Pembangunan Daerah

Askary menyebut kemerdekaan yang kini memasuki usia ke-81 tahun merupakan hasil perjuangan para pahlawan atas berkat rahmat Allah SWT, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Karena itu, kegiatan doa bersama ini dimaknai sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penguatan mental dalam menjalankan roda pemerintahan.

"Zikir dan doa kebangsaan ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar spiritual agar seluruh upaya pembangunan daerah dan bangsa senantiasa mendapat rida serta pertolongan dari Allah SWT," kata Askary.

Pemerintah Tidak Bisa Bekerja Sendiri

Di hadapan para pejabat dan tokoh masyarakat, Askary mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran di Mamuju Tengah. Ia mendorong adanya sinergi, kolaborasi, serta dukungan doa dari seluruh elemen masyarakat agar setiap program pembangunan dapat berjalan lancar.

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur, serta memohon agar Indonesia dijauhkan dari bencana dan ancaman perpecahan.

Secara khusus, doa dipanjatkan agar Kabupaten Mamuju Tengah senantiasa dilimpahi keberkahan menuju daerah yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur—negeri yang baik, maju, sejahtera, dan berada dalam ampunan Allah SWT.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: bugispos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top