SULAWESI BARAT — Google secara resmi merinci bagaimana tim Chrome berhasil mengurangi frekuensi scroll jank—atau gejala halaman web yang tiba-tiba tersendat atau melompat—hingga hampir setengahnya dalam tiga tahun terakhir. Scroll jank sendiri terjadi saat perangkat gagal menampilkan bingkai (frame) yang berisi posisi gulir terbaru tepat waktu, mengganggu kenyamanan pengguna.
Pada layar 60 Hz, setiap bingkai memiliki waktu ketat 16,7 milidetik untuk diproses. Jika proses pengiriman input dari sentuhan jari hingga tampilan di layar molor dari batas waktu ini, layar terpaksa menampilkan posisi gulir lama selama satu siklus penuh. Mata manusia mempersepsikan kegagalan bingkai ini sebagai hentakan yang mengganggu.
Masalah ini lebih kompleks di Chrome dibandingkan aplikasi Android biasa. Chrome memiliki proses terpisah untuk browser, renderer, dan GPU yang meningkatkan stabilitas dan keamanan, namun secara tidak langsung memperparah scroll jank.
Proses menggulir di Chrome melibatkan perjalanan data yang panjang. Saat jari menyentuh layar, sinyal tidak hanya melewati satu utas (thread), tetapi harus melintasi beberapa proses. Input event tiba di proses browser untuk pengecekan, lalu diteruskan ke proses renderer untuk menghitung posisi gulir baru. Sementara itu, sinyal VSync berjalan di jalur berbeda menuju proses GPU, kemudian dikirim ke renderer untuk dicocokkan dengan input dan menggambar bingkai baru.
Kerumitan bertambah karena Chrome mengonsumsi input langsung dari perangkat keras tanpa buffer, sehingga event input tiba dalam interval yang tidak beraturan, sering kali beberapa kali dalam satu siklus refresh.
Untuk mengatasi bottleneck ini, Google meluncurkan beberapa proyek yang mencakup heuristik otomatis, optimasi tertarget, dan perubahan arsitektur mendalam. Berikut tiga pendekatan utamanya:
Penurunan 48% frekuensi scroll jank ini berarti pengguna Chrome di Android—termasuk di Indonesia dengan penetrasi smartphone yang tinggi—akan merasakan pengalaman browsing yang lebih responsif. Halaman web yang panjang, penuh gambar, atau konten dinamis tidak lagi terasa berat saat digulir.
Perbaikan ini sudah mulai dirasakan secara bertahap sejak 2023 dan mencapai hasil optimal pada awal 2026. Google menegaskan bahwa upaya ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang untuk menghilangkan hambatan utama dalam pengalaman web seluler.