POLEWALI MANDAR — PT Hutama Karya (Persero) terus memacu pengerjaan Proyek Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Hingga 7 Mei 2026, realisasi fisik pembangunan fasilitas pendidikan ini telah menyentuh angka 29,386 persen melalui penerapan strategi percepatan berlapis di lapangan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan infrastruktur pendidikan, khususnya bagi masyarakat luas di pelosok. Program Sekolah Rakyat ini dirancang untuk memberikan akses fasilitas dasar yang layak dan memadai.
"Kementerian PU berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan infrastruktur pendidikan khususnya melalui program Sekolah Rakyat ini. Kami memastikan infrastruktur dasar, seperti gedung sekolah, asrama, sanitasi, dan fasilitas pendukung pembelajaran lainnya akan tersedia secara memadai. Ini penting agar anak-anak Indonesia, khususnya dari kalangan miskin ekstrem, memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas," ungkap Dody dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).
Tantangan geografis berupa kondisi kontur lahan yang ekstrem dan keterbatasan akses darat menuju lokasi proyek memaksa tim konstruksi mengadopsi pendekatan logistik yang adaptif. Hutama Karya mengoptimalkan jalur laut untuk mendistribusikan material berat ke area pembangunan di Polewali Mandar.
Perusahaan memanfaatkan kapal dan tongkang yang bersandar di dermaga sewaan untuk menjamin kelancaran suplai material bangunan. Langkah ini diambil agar distribusi tetap terintegrasi dan tidak terhambat oleh kendala aksesibilitas darat yang terbatas di wilayah tersebut.
Selain jalur laut, mobilisasi tenaga kerja juga dilakukan secara masif. Hutama Karya bahkan menggunakan skema charter pesawat untuk mendatangkan personel tambahan guna memenuhi kebutuhan SDM di lapangan, sehingga total terdapat 700 pekerja yang kini beroperasi dalam sistem sif 24 jam.
Sekolah Rakyat Polewali Mandar bukan sekadar gedung sekolah biasa, melainkan dirancang sebagai sekolah berasrama terpadu. Proyek ini akan dilengkapi dengan laboratorium, fasilitas olahraga, hingga asrama yang mendukung kegiatan belajar mengajar secara inklusif bagi siswa dari kalangan ekonomi rendah.
Wakil Direktur Utama Hutama Karya, Sugeng Rochadi, dalam kunjungan kerjanya ke lokasi proyek pada Rabu (7/5) dan Kamis (8/5), menekankan pentingnya menjaga produktivitas tanpa mengabaikan standar kualitas. Kolaborasi tim di lapangan menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan teknis pembangunan.
"Percepatan pembangunan harus terus dijaga dengan kolaborasi dan koordinasi yang baik di lapangan. Saya berharap seluruh tim dapat terus meningkatkan produktivitas pekerjaan sehingga target penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai rencana dengan tetap mengedepankan kualitas dan aspek keselamatan kerja," ujar Sugeng.
Untuk mempercepat tahapan struktur, Hutama Karya mendirikan batching plant secara mandiri di area proyek guna menjaga kestabilan suplai beton. Perusahaan juga menerapkan inovasi peningkatan mutu beton agar siklus penggunaan bekisting bisa lebih cepat, sehingga tahap pengecoran struktur dapat dipangkas durasinya.
Pada area pengerjaan tanah, penambahan alat berat dilakukan secara intensif untuk mendukung proses cut and fill. Percepatan pemerataan dan pematangan lahan ini menjadi krusial agar tahapan pembangunan gedung utama dapat berjalan berkesinambungan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan pemerintah.
Pembangunan di Polewali Mandar ini merupakan bagian dari penugasan strategis yang digarap serentak di empat provinsi. Melalui proyek ini, diharapkan kualitas pendidikan nasional dapat lebih merata dan menjangkau anak-anak di pelosok Sulawesi Barat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap sekolah berkualitas.