Pencarian

Johnny Jansen Diminta Cermat Rotasi Pemain Bali United di Jadwal Padat Super League dan League Cup

Rabu, 14 Oktober 2026 • 16:05:01 WIB
Johnny Jansen Diminta Cermat Rotasi Pemain Bali United di Jadwal Padat Super League dan League Cup
Pelatih Johnny Jansen memimpin sesi latihan Bali United jelang jadwal padat Super League dan League Cup 2026/2027.

SULAWESI BARAT — Bali United FC menghadapi tantangan jadwal padat Super League 2026/2027 dan League Cup 2026/2027 yang mulai bergulir November mendatang. Pelatih Johnny Jansen dituntut lebih cermat menyusun komposisi tim, terutama menjaga kebugaran pemain sepanjang musim.

Bali United akan memulai perjalanan di League Cup 2026/27 dari Grup J Zona Timur 2 bersama PS Barito Putera dan Persiba Balikpapan. Persaingan di dua kompetisi sekaligus membuat staf pelatih harus mengatur beban menit bermain pemain agar tidak kelelahan di pertengahan musim.

Jadwal Beruntun Jadi Pertimbangan Utama Johnny Jansen

Pelatih asal Belanda itu mengaku akan menjalani setiap pertandingan satu per satu tanpa terburu-buru memikirkan laga berikutnya. Pendekatan itu diambil agar fokus tim tetap terjaga di setiap kompetisi yang diikuti Serdadu Tridatu.

"Ya, jadi kami akan menjalaninya pertandingan demi pertandingan lalu beralih fokus ke pertandingan berikutnya, dan seterusnya," kata Johnny Jansen.

Ia menegaskan kondisi kebugaran pemain menjadi dasar utama dalam menentukan siapa yang layak turun sejak menit pertama. Pemain yang fit dan menunjukkan performa baik tetap berpeluang besar dipertahankan di susunan utama.

"Kami selalu mempertimbangkan kondisi kebugaran pemain siapa yang fit dan siapa yang tidak, siapa yang bisa bermain dan siapa yang tidak lalu menyusun rencana," imbuhnya.

Rotasi Thomas Lam Jadi Contoh Perhitungan Staf Pelatih

Johnny Jansen menyoroti pentingnya komunikasi dengan pelatih performa untuk memutuskan pola rotasi pemain. Salah satu nama yang masuk pertimbangan adalah Thomas Lam, yang menuntut perhitungan khusus soal jumlah laga beruntun yang bisa dijalaninya.

"Ada kalanya kami harus mempertimbangkan hal lain misalnya terkait Thomas Lam, apakah dia bisa bermain lima pertandingan berturut-turut? Atau apakah kami perlu mengatur rotasi main satu laga, lalu satu laga di bangku cadangan, kemudian main lagi? Saya belum tahu pasti," tutur Johnny Jansen.

Menurutnya, keputusan rotasi tidak bisa diambil sepihak oleh pelatih kepala. Diskusi dengan tim pelatih performa dan komunikasi terbuka dengan para pemain menjadi kunci agar setiap keputusan bisa diterima skuad.

"Itu adalah hal yang perlu kami diskusikan dengan pelatih performa, dan kami juga harus menjalin komunikasi yang sangat baik dengan para pemain," sambungnya.

Kedalaman Skuad Jadi Modal Bali United di Dua Kompetisi

Meski menghadapi tantangan jadwal, Johnny Jansen optimistis kedalaman skuad Bali United cukup untuk menjalani dua ajang sepanjang musim. Ia menegaskan timnya akan selalu berusaha menurunkan pemain terbaik di setiap pertandingan.

"Begitulah cara kami akan melangkah. Kami akan selalu berusaha menurunkan pemain-pemain terbaik di setiap pertandingan. Kami ingin menampilkan pemain-pemain terbaik dan tim terbaik," pungkas mantan pelatih PEC Zwolle itu.

Bali United kini bersiap menjalani rangkaian laga Super League sebelum fokus beralih ke League Cup 2026/2027 yang mulai bergulir November mendatang.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: gonews.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks