MAMUJU — Polantas Polda Sulbar mengubah cara menertibkan pengendara di jalan raya. Melalui layar monitor interaktif di ruang RTMC, petugas tidak lagi hanya memantau arus lalu lintas secara pasif.
Mereka kini aktif menyapa pengendara lewat pengeras suara yang terintegrasi dengan sistem pemantauan. Teguran diberikan langsung kepada pengguna jalan yang kedapatan belum tertib berkendara.
Teguran Ramah, Bukan Ancaman Tilang
Yang membedakan langkah ini dari razia biasa adalah nadanya. Petugas menyampaikan teguran dengan cara ramah, santun, dan edukatif. Tidak ada kesan menakutkan yang membuat pengendara panik.
Pendekatan itu disebut sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian petugas demi menjaga keselamatan berlalu lintas masyarakat Sulbar. Tujuannya sederhana: memastikan setiap warga bisa pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga dalam keadaan selamat.
Respons Pengendara: Senyum dan Langsung Rapikan Diri
Respons yang muncul di lapangan jauh dari kesan terpaksa. Banyak pengendara tersenyum setelah mendengar suara petugas dari pengeras suara. Mereka langsung merapikan perlengkapan berkendara.
Ada yang mengancingkan helm, memindahkan posisi ke poros marka jalan yang benar, hingga menyalakan lampu utama. Semua dilakukan tanpa perlu dikejar atau diberhentikan petugas di tepi jalan.
Masyarakat merasa nyaman karena Polantas tidak hanya mengingatkan kesalahan. Petugas juga menyelipkan pesan semangat dan doa agar aktivitas pengendara hari itu berjalan lancar.
Dirlantas: Tertib Lalu Lintas Harus Tumbuh dari Kesadaran Sendiri
Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Nurhadi Ismanto menyebut transformasi pelayanan berbasis digital ini sengaja dikedepankan. Tujuannya membangun budaya tertib lalu lintas yang tumbuh dari kesadaran diri sendiri.
"Bukan karena rasa takut ditilang," kata Nurhadi, seperti dikutip dari keterangannya.
Melalui teknologi RTMC, kepolisian ingin selalu hadir mendampingi masyarakat. Pendekatan ini juga memberi rasa aman sekaligus mengedukasi dengan cara-cara yang menyentuh hati.
Keselamatan jalan raya, menurut Nurhadi, merupakan kebutuhan bersama yang tidak bisa hanya dibebankan pada petugas di lapangan.
RTMC Jadi Kanvas Baru Polantas Sulbar
Ruang RTMC Polda Sulbar kini berfungsi lebih dari sekadar pusat pemantauan arus lalu lintas. Layar monitor interaktif yang terpasang di ruang itu menjadi kanvas baru bagi petugas untuk berinteraksi langsung dengan warga di jalan.
Pengeras suara yang terintegrasi memungkinkan petugas menyapa satu per satu pengendara yang terpantau kamera. Interaksi semacam ini tidak memerlukan pemberhentian kendaraan di pos pemeriksaan.
Bagi Polda Sulbar, cara ini dinilai lebih efektif untuk menanamkan disiplin berlalu lintas jangka panjang. Pendekatan humanis digital tersebut menjadi penanda bagaimana teknologi kepolisian di daerah bisa dipakai untuk menyentuh kesadaran warga, bukan sekadar menindak.