Pencarian

Proyek Sekolah Rakyat Mamuju Terbelit Utang Rp3 Miliar, Subkontraktor Tagih Hutama Karya Sebelum Peresmian

Selasa, 29 September 2026 • 16:00:32 WIB
Proyek Sekolah Rakyat Mamuju Terbelit Utang Rp3 Miliar, Subkontraktor Tagih Hutama Karya Sebelum Peresmian
Pekerja dan subkontraktor proyek Sekolah Rakyat Mamuju menagih hak pembayaran di depan gerbang proyek, Selasa (29/9/2026).

MAMUJU — Pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menghadapi persoalan pembayaran antara kontraktor utama dan pihak subkontraktor. PT Hutama Karya (Persero) disebut belum melunasi hak upah kerja serta nilai kontrak pengerjaan kepada subkontraktor dengan estimasi tunggakan mencapai Rp3 miliar. Nilai itu mencakup pembayaran termin maupun upah pekerja yang telah menyelesaikan kewajiban fisik di lapangan.

Perwakilan subkontraktor, Ali, menyatakan timnya telah bekerja selama lima bulan berturut-turut tanpa menerima pembayaran sama sekali. Pihaknya mengaku sudah berkali-kali menagih, namun selalu diminta bersabar dengan janji pembayaran akan dilakukan sekaligus.

Lima Bulan Bekerja Tanpa Pembayaran Termin

Penagihan disampaikan secara terbuka di depan pintu gerbang proyek Sekolah Rakyat Mamuju pada Selasa (29/9/2026). Para pekerja dan tim subkontraktor datang langsung untuk menuntut hak mereka.

"Sudah lima bulan kami bekerja di proyek ini dan belum pernah dibayarkan sama sekali. Kami sudah berkali-kali menagih, tetapi jawaban dari pihak Hutama Karya selalu meminta kami bersabar dengan janji akan dibayarkan sekaligus," ujar Ali di lokasi proyek, Selasa (29/9/2026).

Menurut Ali, kekhawatiran pekerja memuncak setelah beredar kabar bahwa proyek Sekolah Rakyat tersebut akan segera diresmikan oleh pemerintah. Kabar itu membuat para subkontraktor mempercepat penagihan sebelum gedung digunakan.

Kekhawatiran Pembayaran Diabaikan Pasca-Perresmian

Para pekerja menilai peresmian yang tinggal menunggu waktu berpotensi membuat posisi mereka semakin lemah dalam menuntut pembayaran. Mereka meminta hak tersebut diselesaikan lebih dulu sebelum gedung diresmikan.

"Kami mendengar dalam waktu dekat akan ada peresmian. Makanya kami datang ke sini untuk menuntut hak kami segera dibayarkan. Jangan sampai setelah hasil kerja kami digunakan, mereka meninggalkan begitu saja tanpa menyelesaikan pembayaran," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, awak media telah berupaya menghubungi perwakilan manajemen PT Hutama Karya, Iksan, melalui sambungan telepon seluler. Yang bersangkutan belum merespons maupun memberikan tanggapan resmi atas tuduhan penunggakan tersebut.

Duduk Perkara Tunggakan Rp3 Miliar

Estimasi tunggakan Rp3 miliar merujuk pada akumulasi hak upah kerja dan nilai kontrak pengerjaan yang belum dibayarkan kepada pihak subkontraktor. Angka itu disampaikan perwakilan subkon dalam aksi penagihan di lokasi proyek.

Proyek Sekolah Rakyat Mamuju sendiri merupakan fasilitas pendidikan yang dibangun di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Status pembayaran antara kontraktor utama dan subkontraktor menjadi sorotan karena bersinggungan langsung dengan hak pekerja di lapangan.

Belum ada keterangan resmi dari PT Hutama Karya mengenai jadwal pelunasan maupun tanggapan atas aksi penagihan tersebut. Para subkontraktor berharap persoalan pembayaran diselesaikan sebelum tahap peresmian proyek berjalan.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bukapesan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks