POLMAN — Kepadatan kendaraan terpantau di beberapa titik sepanjang jalur poros Trans Sulawesi, mulai dari truk, bus, hingga kendaraan pribadi. Pada jam dengan volume kendaraan tinggi, khususnya akhir pekan, antrean pengisian meluber hingga ke bahu jalan.
Peningkatan aktivitas itu dipengaruhi tingginya lalu lintas kendaraan di jalur antardaerah, penerapan ketentuan pengisian berdasarkan surat edaran bupati di masing-masing kabupaten, serta pola kedatangan pasokan dari Fuel Terminal Pare-Pare.
Adanya batasan pengisian mendorong sebagian konsumen mendatangi SPBU berbeda untuk memenuhi kebutuhan BBM kendaraannya. Situasi itu turut meningkatkan frekuensi transaksi di sejumlah lokasi.
Pemantauan transaksi menunjukkan kenaikan aktivitas pengisian setelah ketentuan pembelian diterapkan. Di Kabupaten Polewali Mandar, kenaikan terlihat pada Biosolar maupun Pertalite. Di Kabupaten Majene, peningkatan cukup besar terjadi pada transaksi Pertalite.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam evaluasi penyaluran dan pengaturan pelayanan di lapangan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan perusahaan terus menyesuaikan langkah operasional dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.
"Kami terus memantau kondisi stok, realisasi penyaluran, dan perkembangan aktivitas pengisian di wilayah Majene dan Polewali Mandar. Penambahan penyaluran sebesar 20% menjadi salah satu upaya untuk mengakomodasi kebutuhan BBM masyarakat. Kami juga berkoordinasi dengan FT Pare-Pare, pemerintah daerah, dan aparat terkait agar pasokan serta pelayanan di SPBU dapat berjalan lebih optimal," ujar Lilik.
Berdasarkan hasil pemantauan pada Minggu (18/10) pukul 17.30 WITA, beberapa SPBU di kedua kabupaten terpantau relatif lengang. Sejumlah lokasi lain masih cukup padat oleh kendaraan truk maupun roda dua.
Pertamina berkoordinasi dengan FT Pare-Pare untuk memprioritaskan pengiriman BBM ke wilayah yang membutuhkan. Pemantauan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, termasuk melalui Tim Satgas BBM Kabupaten Polewali Mandar, dilakukan untuk melihat langsung perkembangan penyaluran.
Pengaturan kendaraan di luar area SPBU dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan aparat penegak hukum setempat. Langkah itu agar kendaraan yang menunggu tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.
Peningkatan jam operasional pada SPBU yang membutuhkan serta pengaktifan petugas marshalling juga dilakukan untuk membantu mengatur pergerakan kendaraan dan memperlancar proses pengisian.
Lilik menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para pengemudi atas kesabaran selama dinamika pengisian berlangsung. Ia mengajak konsumen membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya serta mengikuti ketentuan yang berlaku.
"Kami berterima kasih atas kesabaran dan pengertian masyarakat. Dukungan konsumen sangat berarti untuk menjaga pelayanan tetap tertib, terutama di SPBU yang berada di jalur utama antardaerah. Kami mengajak masyarakat mengisi BBM sesuai kebutuhan dan memberi ruang bagi pengguna lain agar pelayanan dapat berlangsung lebih lancar," tambahnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus memantau kondisi penyaluran di Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene. Masyarakat diharapkan memperoleh informasi dari saluran resmi dan bersama-sama menjaga ketertiban di area SPBU.
Informasi, pertanyaan, maupun keluhan terkait produk dan layanan Pertamina dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135 pada saluran resmi yang tersedia.