SULAWESI BARAT — Valve dikabarkan mengembangkan panel OLED beresolusi hingga 3.552 × 3.840 pixel per mata untuk headset Steam Frame lewat proyek berkode nama Plano. Temuan ini muncul dari penelusuran source code kernel Linux Steam Frame yang dipublikasikan perusahaan, menggantikan panel LCD 2.160 × 2.160 pixel yang dipakai versi saat ini. Jika terealisasi, peningkatan ketajaman ini berpotensi menjadi nilai jual utama headset VR tersebut.
Steam Frame baru sekitar sebulan resmi dirilis, tetapi jejak pengembangan versi berikutnya sudah muncul di repositori kode Valve. Penelusuran terhadap source code kernel Linux Steam Frame menemukan cabang pengembangan bernama deckard-plano, yang berkaitan dengan proyek sebelumnya deckard-oled.
Aktivitas pengembangan cabang tersebut dilaporkan berlanjut hingga awal Oktober 2026, menandakan proyek ini masih dikerjakan setidaknya sampai periode itu. Temuan ini pertama kali dilaporkan TechPowerUp berdasarkan penelusuran SteamFrameHub.
Kode yang ditemukan mengarah pada panel dengan resolusi hingga 3.552 × 3.840 pixel per mata. Angka itu jauh melampaui panel LCD Steam Frame saat ini yang beresolusi 2.160 × 2.160 pixel per mata.
Panel tersebut juga disebut mendukung refresh rate 90 Hz. Pengujian untuk mencapai 120 Hz kabarnya masih berlangsung. Jika spesifikasi ini benar-benar terwujud, peningkatan ketajaman gambar menjadi daya tarik terbesarnya.
Informasi yang ditemukan menunjukkan Plano memiliki resolusi operasional standar 1.776 × 1.920 pixel per mata. Ada opsi eksperimental 2.368 × 2.560 pixel melalui mode scaling 1,5x.
Pembatasan ini kemungkinan berkaitan dengan keterbatasan bandwidth tampilan dan kemampuan proses perangkat. Valve tampaknya perlu menyeimbangkan kualitas visual dengan performa, terutama ketika headset harus menjalankan game secara mandiri.
Proyek Plano juga disebut mengembangkan foveated scaling, teknik yang memprioritaskan detail gambar di area yang sedang dilihat pengguna. Pendekatan ini memungkinkan headset mengalokasikan sumber daya lebih efisien daripada merender seluruh bidang pandang pada tingkat detail tertinggi.
Teknik tersebut sudah lazim dipakai di headset VR kelas atas untuk menekan beban GPU tanpa mengorbankan pengalaman visual di titik fokus mata.
Jika kabar ini benar, Steam Frame OLED akan mengikuti pendekatan yang sebelumnya dipakai Valve pada Steam Deck. Perusahaan merilis Steam Deck OLED setelah model LCD, dengan peningkatan layar dan sejumlah penyempurnaan lain.
Meski demikian, keberadaan kode internal belum membuktikan Plano akan dipasarkan. Valve belum memberikan pernyataan resmi soal proyek ini.
Bagi pengguna Indonesia yang menantikan Steam Frame masuk pasar lokal, kabar ini masih sebatas indikasi arah pengembangan. Jadwal rilis, harga, dan ketersediaan regional belum disebut sama sekali.